#pelajar#humaniora

Pelajar Madrasah di Lamsel Maknai Tahun Baru Islam

( kata)
Pelajar Madrasah di Lamsel Maknai Tahun Baru Islam
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lamsel, Aprizandi, mewakili Kepala Kemenag Lamsel Juanda Naim saat menjadi inpektur upacara Perkemahan Gebyar Muharram ke-3 Tahun Baru Islam 1441 Hijriah se-KKM MTs Negeri 2 Lamsel di Mts Kesuma Desa Sumbersari.


 

Kalianda (Lampost.co): --Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lampung Selatan, mengajak pelajar Madrasah di Lamsel untuk dapat memaknai tahun baru islam dengan perisitiwa hijrah. Dimana, perisitiwa itu merupakan momentum lahirnya sebuah peradaban baru bagi dunia kemanusiaan.

Hal tersebut diungkapkan, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lamsel, Aprizandi, yang mewakili Kepala Kemenag Lamsel Juanda Naim saat menghadiri Perkemahan Gebyar Muharram ke-3 Tahun Baru Islam 1441 Hijriah se-KKM MTs Negeri 2 Lamsel di Mts Kesuma Desa Sumbersari, Kecamatan Sragi, Minggu, 22 September 2019.

"Melalui kegiatan perkemahan ini saya ingin mengaja semua untuk memahami dan memaknai Peringatan tahun baru Islam 1441 Hijriah sebagai teladan dalam membangun kehidupan berbangsa menuju masa depan  yang lebih baik, terutama pendidikan di madrasah," kata dia. 

Dia mengaku hakikat tahun baru islam 1441 Hijriah itu ialah tahun perubahan. Dimana, momentum hijriah mengubah peradaban mistik dan khurafat menjadi masyarakat rasional dan profesional, dari tradisi menghafal ke tradisi menulis dan membaca.

"Kemudian, dari tradisi androsentris yang memuja laki-laki dan memojokkan perempuan ke era kesetaraan gender, dari era perbudakan ke era pembebasan budak dan dari era diktator para raja ke era masyarakat yang menghargai musyawarah dan demokrasi," katanya.

Aprizandi mengaku perayaaan 1 Muharam harus diisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif, salah satunya perkemahan. Tujuannya untuk melatih generasi muda agar memaksimalkan setiap potensi yang ada di dalam dirinya, baik itu intelektual, spiritual, sosial, dan fisik.

"Artinya dengan perkemahan itu dapat membentuk karakter atau kepribadian dan akhlak, menanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa, menggali potensi diri dan meningkatkan keterampilan bagi generasi muda. Sehingga, menjadi individu yang bermanfaat bagi masyarakta dan negara," ujarnya. 

Selain itu, Aprizandi mengatakan makna lain dari tahun baru islam adalah penyegaran iman dan keyakinan. Untuk itu, ada tiga hal yang harus dilakukan ketika memasuki pergantian tahun baru islam.

"Ketiga hal itu, yakni pertama kita wajib bersyukur terhadap umur yang ditambahkan Allah SWT. Kedua, memohon ampun kepada Allah SWT terhadap segala dosa dan maksiat yang telah dilakukan di sepanjang tahun ini. Dan, ketiga, wajib memohon bimbingan dan petunjuk-Nya agar di tahun baru senantiasa di dalam lindungan Allah SWT," katanya.

Armansyah







Berita Terkait



Komentar