#anggaran#apbp

Pekon di Pringsewu Diminta Mempercepat Penyusunan APBP

( kata)
Pekon di Pringsewu Diminta Mempercepat Penyusunan APBP
Dinas PMP Pringsewu menggelar rakor dengan seluruh camat untuk mempercepat penyusunan APB Pekon di pemkab setempat, Senin, 6 Januari 2020. Dok Dinas PMP.

Pringsewu (Lampung.co): Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekan (PMP) Pringsewu memerintahkan agar para kepala pekon menyegerakan pembahasan anggaran pendapatan dan belanja pekon (APBP). Perintah mempercepat penyusunan APB pekon/desa disampaikan dalam rakor camat se-Pringsewu pada Senin, 6 Januari 2020.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (PMP) Pringsewu Endang Budianti didampingi Kabid Pemerintahan, Pembangunan, Keuangan dan Aset Pekon Dinas PMP Tri Haryono, Selasa, 7 Januari 2020.

Dia menambahkan pentingnya penyusunan APB pekon sehingga dibutuhkan payung hukum dengan mengeluarkan Perbup No.72 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan APB Pekon Tahun 2020 dan Surat Edaran Bupati No. 410/788D 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020, serta surat kepada kepala makin melalui camat tentang penyampaian pagi indikator dana desa dan alokasi dana pekon sebagai acuan dalam penyusunan AIB Pekon tahun 2020. "Jadi perintah mempercepat penyusunan APB pekon sudah dikuatkan dengan payung hukum," ujar Endang.

Keluarnya payung hukum itu bertujuan agar pelaksanaan pembangunan di pekon yang menggunakan ADD dan ADP bisa berjalan baik sesuai rencana. “Ini tidak lain agar pelaksanaan pembangunan tidak melenceng dari yang direncanakan,” ujarnya.

Dia menambahkan sebagai evaluasi hasil pelaksanaan pembangunan yang menggunakan DD 2019 sudah selesai 100 persen di 126 pekon yang tersebar di 9 kecamatan.

Endang menyatakan pada 2019, pekon yang mendapatkan DD terbesar adalah Fajarbaru, Kecamatan Pagelaran Utara, dengan besaran Rp1,5 miliar, sedangkan pekon yang memperoleh DD paling sedikit adalah Pekon Tambahrejo Barat dengan besaran DD Rp784 juta.

Besaran DD yang diterima berdasarkan beberapa formula, seperti jumlah penduduk 10 persen, jumlah penduduk miskin 50 persen, luas wilayah 15 persen, dan indeks kesulitan geografis 25 persen.

Menurut dia, berdasarkan perhitungan indikator Pekon Fajarbaru memiliki luas 66.144.285 km2, dengan jumlah penduduk 1.495 jiwa. Kemudian jumlah penduduk miskin 657 jiwa dan kesulitan letak geografis 50.769.724 km2.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar