#alokasidanadesa#danadesa#add#beritalambar

Pekon Bandaragung Penerima DD Terbesar di Lambar

( kata)
Pekon Bandaragung Penerima DD Terbesar di Lambar
Pembagian dana desa di Lambar secara simbolis. Lampost.co/Eliyah

Liwa (Lampost.co): Pekon Bandaragung, Kecamatan Bandarnegeri Suoh, Lampung Barat tahun ini memperoleh pembagian dana desa paling tinggi dari 131 pekon di Lampung Barat yaitu menerima sebesar Rp2,850 miliar termasuk dana pendamping yang bersumber dari APBD. Sebaliknya, Pekon Pancurmas Kecamatan Lumbok Seminung mendapat bagian terkecil yaitu Rp1,179 miliar (termasuk dana pendamping).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) Yudha Setiawan mengatakan total dana desa yang diterima Lambar tahun ini mencapai Rp127,431 miliar (APBN). Kemudian ditambah Alokasi Dana Desa (ADD) sebagai pendamping dari APBD sebesar Rp62,875 miliar. Total dana desa plus ADD sebesar Rp190,307 miliar.

"Dari dana itu, Pekon Bandaragung memperoleh paling besar dibanding pekon lainnya. Pekon Pancurmas menerima paling," ujarnya, Senin, 6 Januari 2020.

Menurutnya, pembagian dana desa ditetapkan berdasarkan beberapa kreteria antara lain jumlah penduduk, luas wilayah, indeks kesulitan geograpis, dan jumlah penduduk miskin.

Ia menjelaskan dana desa Rp127,431 miliar itu secara rincinya akan dialokasikan untuk alokasi dasar Rp86,827 miliar. Kemudian alokasi afirmasi Rp363,286 juta, alokasi kinerja Rp1,873 miliar, dan alokasi formula Rp38,367 miliar.

Sementara dana ADP Rp62,875 miliar secara rincinya yaitu untuk penghasilan tetap peratin dan perangkat desa Rp47,715 miliar, tunjangan peratin Rp1,572 miliar. Kemudian tunjangan LHP Rp5,436 miliar, alokasi afirmasi Rp210 juta, alokasi kinerja Rp660 juta, dan alokasi formula Rp7,282 miliar.

Bupati Lambar Parosil Mabsus menegaskan kepada seluruh peratin untuk dapat mengelola dana desa itu dengan baik untuk kesejahtraan masyarakat.

"Ada kemungkinan dihadapkan dengan berbagai kendala. Oleh sebab itu, dalam menentukan program pembangunan termasuk dalam mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahannya, maka antara peratin dan seluruh perangkat desa harus bisa duduk bersama," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar