#pekerjamigran#tki#beritalampung

Pekerja Migran Mesuji yang Tewas di Taiwan Tulang Punggung Keluarga

( kata)
Pekerja Migran Mesuji yang Tewas di Taiwan Tulang Punggung Keluarga
Suasana rumah duka, Depianto, di Desa Adikarya Mulya. Dok Disnakertrans


Mesuji (Lampost.co) – Pekerja Migran Indonesia asal Desa Adikarya Mulya, Kecamatan Panca Jaya, Mesuji, Depianto (37), yang tewas akibat kecelakaan kerja di Taiwan, meninggalkan istri dan seorang anak berusia lima tahun.


Buruh tersebut meninggalkan Indonesia sejak 18 November 2019.

"Korban meninggal karena pecah pembuluh darah akibat terpeleset di kamar mandi. Ia meninggalkan satu orang anak. Jenazah Depianto tiba di Mesuji dan dimakamkan di desa asalnya, Sabtu, 4 Juni 2022," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Mesuji, Najmul Fikri, Minggu, 5 Juni 2022

Kepala Desa Adikarya Mulya, Purwanto, menjelaskan korban meninggalkan seorang anak yang masih berusia sekitar lima tahun, sedangkan istrinya hanya ibu rumah tangga. “Sebelum berangkat ke Taiwan, almarhum sebagai petani dan memiliki kebun," ujarnya.

Dia memastikan semua hak Depianto dan keluarganya akan dipenuhi. "Semua pihak bertanggung jawab, baik PJTKI maupun perusahaan yang memberangkatkan almarhum," kata dia.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar