#korupsi#kejaksaan

Pejabat Disperkim Pesisir Barat Ditahan Diduga Korupsi Pembangunan Jembatan

( kata)
Pejabat Disperkim Pesisir Barat Ditahan Diduga Korupsi Pembangunan Jembatan
Kejaksaan Negeri Lampung Barat menahan ASN Pemkab Pesisir Barat (Pesibar), Abdullah, Selasa, 6 September 2022. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) -- Kejaksaan Negeri Lampung Barat menahan ASN Pemkab Pesisir Barat (Pesibar), Abdullah, Selasa, 6 September 2022. Dia terlibat dalam kasus korupsi dana pembangunan jembatan Way Batu pada 2014. Penahanannya itu menyusul Aria Lukita yang ditahan lebih dulu pada akhir Agustus lalu.

Dalam proyek itu, tersangka bertugas sebagai pejabat pembuat komitmen. Dalam proyek itu, Kasi Pertanahan Dinas perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Pesibar, itu berperan dalam menandatangani surat perjanjian kontrak kerja senilai Rp1,294 miliar dari pagu anggaran Rp1,302 miliar.

“Perkara tersebut memasuki tahap II, yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti kepada jaksa,” kata Kasi intelijen Kejari Lambar, Zenericho.

Tersangka dijerat Pasal 2 Ayat (1) Jo 18 subsider Pasal 3 Jo Pasal 18UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tidak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP. Tersangka ditahan selama 20 hari ke depan di rumah tahanan kelas IIb.

“Berdasarkan hasil perhitungan dan klarifikasi lapangan diduga adanya korupsi senilai Rp339 juta,” katanya.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar