#ott#korupsi#beritalampung#hukum

Pegawai Inspektorat Lamtim Pemeras Kades Cempaka Nuban Jual Nama Kejaksaan dan Polres

( kata)
Pegawai Inspektorat Lamtim Pemeras Kades Cempaka Nuban Jual Nama Kejaksaan dan Polres
Suasana persidangan kasus OTT di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang. Foto: Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co): Setidaknya ada tiga pasal yang dijelaskan dalam dakwaan dua terdakwa yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Polda Lampung terhadap pegawai Inspektorat Lampung Timur. Kedua terdakwa yakni Hendri Widio Harjoko (48) dan Himawan Santoso (48).

Ketiga pasal itu yakni bahwa perbuatan terdakwa Hendri Widio Harjoko dan Himawan Santoso bersama-sama dengan saksi Firmansyah dan saksi Suparmin sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 12 huruf e, dan pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 dan pasal 55 Ayat (2) KUHP. 

Dalam dakwaan dijelaskan bahwa Kamis, 11 Juni 2020 saksi Anto Budianto selaku Kepala Desa Cempaka Nuban mendapat surat undangan dari Inspektorat Lampung Timur, terkait laporan adanya pungli pembuatan sertifikat PTSL Tahun Anggaran 2019.

"Hari Jumat, 12 Juni 2020 saksi Anto Budianto menghubungi terdakwa Hendri Widio Harjoko, kemudian saksi Anto Budianto bertemu terdakwa dirumahnya untuk menanyakan apa saja yang perlu dibawa dalam pemeriksaan saksi Anto Budinto, " kata JPU Yani Mayasari, Akhmad Rafliansyah Pasra dan Muchamad Habi Hendarso dalam surat dakwaanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan pada hari sebelumnya saksi Anto Budianto menghadap terdakwa Himawan Santosa di ruangannya bersama dengan terdakwa Hendri Widio Harjoko. Selanjutnya Terdakwa Himawan Santosa menyampaikan kepada saksi Anto Budianto. “Pak lurah apabila perkara ini ingin cepat selesai segera selesaikan dengan Firmansyah (pelapor)," kata Jaksa membacakan dakwaanya.

Kemudian terdakwa Himawan Santosa memerintahkan terdakwa Hendri Widio Harjoko didepan saksi Anto Budianto “Pak Joko tolong bantu pak lurah dengan Firmansyah," kata Jaksa lagi.

Terdakwa Himawan Santosa mengatakan kepada saksi Anto Budianto untuk segera menyelesaikan permasalahan yang sedang dilakukan pemeriksaannya untuk segera diselesaikan karena sudah terlalu lama.

Pada 16 Juni 2020, saksi Firmansyah menghubungi terdakwa Himawan Santosa dengan maksud ingin menanyakan perkembangan pelaporannya dan ditanggapi oleh terdakwa Himawan Santosa dengan mengatakan bahwa pada dasarnya pemeriksaan sudah mengarah kepada unsur pidana.

Terdakwa Himawan Santosa mengingatkan kepada saksi Firmansyah apabila saksi Anto Budianto menemui saksi Firmansyah jangan main receh karena terdakwa Himawan Santosa meminta untuk dirinya sendiri minimal Rp20 juta. Sementara, untuk pelapor dalam hal ini saksi Firmansyah dan saksi Suparmin adalah Rp50 juta.

Pukul 20.00 WIB, saksi Anto Budianto dirumah terdakwa Hendri Widio Harjoko, yang pada saat itu terdakwa Hendri Widio Harjoko mengatakan kepada saksi Anto Budianto "Mengapa kamu tidak menemui Firman”, kata Jaksa menirukan ucapan terdakwa.

Dijawab saksi Anto Budianto bahwa saksi Anto Budianto bingung karena hanya memiliki uang Rp5 juta. Sementara Hendri Widyo Harjoko menjawab bahwa saksi Firmansyah meminta uang Rp50 juta. Jikat tidak ada uang, saksi Anto Budianto harus mengikuti proses pemeriksaan karena tinggal terdakwa Hendri Widio saja yang belum paraf dan kalau sudah diparaf terdakwa Hendri Widio Harjoko tinggal diserahkan ke pihak Kejaksaan.

Pada 30 Juni 2020 sekitar pukul 19.30 WIB, saksi Anto Budianto bertemu dengan terdakwa Hendri Widio Harjoko di Kotagajah, Lampung Tengah. Dalam pertemuan tersebut terdakwa Hendri Widyo Harjoko mengatakan kepada saksi Anto Budianto “Pak lurah hari ini harus selesai. Pak lurah harus siapkan Rp75 juta, karena akan diberikan kepada pelapor Rp30 juta sampai dengan Rp40 juta, dan sisanya untuk penyelesaian di Inspektorat, Kejari, dan Polres," kata Jaksa.

Saksi Anto Budianto menjawab “Mas Joko, saya siapin Rp50 juta, toh kalau gak selesai baru terpaksa saya siapin tRp75 juta," kata korban dalam dakwaanya Jaksa.

Dua hari kemudian Anto Budianto bertemu dengan terdakwa Himawan Santosa di ruangan Himawan Santosa. Disitu Himawan menyampaikan kepada saksi Anto Budianto bahwa “Tinggal dua hari lagi waktu yang tersisa dan kalau tidak selesai, maka pada hari Senin laporan akan disampaikan ke Kejaksaan," kata Jaksa.

Dijawab oleh saksi Anto Budianto “Siap Pak Himawan dengan apa yang disampaikan Pak Joko di Kotagajah dengan nilai Rp75 juta," kata Jaksa membacakan dakwaanya.

Himawan Santosa kembali menanggapi jawaban saksi Anto Budianto "Itu enggak cukup pak lurah, untuk menyelesaikan masalah itu Rp150 juta karena itu untuk pelapor, Inspektorat, Kejaksaan, dan Polres," kata jJksa. Mendapat ucapan itu Anto Budianto merasa keberatan.

Dua hari selanjutnya Anto Budianto mendatangi rumah saksi Firmansyah yang pada saat itu sudah ada saksi Suparmin, kemudian saksi Anto Budianto menyampaikan kepada saksi Firmansyah bahwa perkaranya atas laporan saksi Firmansyah dan saksi Suparmin tidak usah dilanjutkan lagi.

Dijawab oleh saksi Firmansyah “Ya sudah kalau minta bantu karena saya menghormati kepala desa, saya minta bantu maka budget tersebut saya kurangi 10 meter menjadi 40 meter," kata Jaksa.

Kemudian Anto Budianto menanggapi jawaban saksi Firmansyah “Oke uangnya hari ini ada tapi harus diambil dulu di bank. Terus apa gak lebih bagus kita ketemu di rumah makan," katanya.

Kemudian dijawab oleh saksi Suparmin yang mengatakan bahwa penyerahan uangnya dirumah saksi Suparmin saja yang aman. 

Pukul 13.00 WIB, Anto Budianto mendatangi rumah saksi Suparmin untuk menyerahkan uang Rp75 juta. Tidak lama kemudian datang anggota kepolisian dari Ditreskrimsus Polda Lampung kemudian mengamankan saksi Suparmin, terdakwa Hendri Widio Harjoko dan saksi Anto Budianto beserta barang bukti.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar