#ott#pungli#perizinan#beritalampung

Pegawai DPMPTSP Diduga Tarik Pungli Sejak Jadi Kabid

( kata)
Pegawai DPMPTSP Diduga Tarik Pungli Sejak Jadi Kabid
Operasi tangkap tangan kasus pungli pegawai DPMPTSP Provinsi Lampung. Lampost.co/Asrul

Bandar Lampung (Lampost.co): Satreskrim Polresta Bandar Lampung masih melakukan pemeriksaan terkait penetapan tersangka dua pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Lampung yang melakukan pungli.

Keduanya yakni, Nirwan Yustian, selaku Kabid Penyelenggara Perizinan dan Non-Perizinan A, dan Edi Efendi selaku staf Fungsional dari bidang tersebut. Sementara inisial D, selaku kasi berstatus sebagai saksi.

"Masih dalam pemeriksaan dan proses pemberkasan," ujar Kanit Tipikor Satreskrim Polresta Bandar Lampung Iptu Edi Yulianto, Kamis, 1 Oktober 2020.

Edi memaparkan dugaan sementara modus menarik pungli dilakukan oleh tersangka Nirwan, dilakukan semenjak naik jabatan menjadi Kabid, sekitar februari 2020. Karena, sebelumnya Nirwan menjabat sebagai Seksi Pelayanan dan Perizinan dan Non Perizinan A/II. Informasi tersebut tercantum pada struktur organisasi Dinas Perizinan tersebut.

"Modusnya semenjak dia jadi kabid," ujarnya.

Edi memaparkan jika merujuk kasus penarikan pungli sejak menjabat Kabid, diduga ada korban lainnya, selain dari pemohon PT Lautan Teduh Interniaga. Diduga tersangka menarik pungli dengan nominal yang berbeda-beda.

"Sementara kita cuma berdasarkan fakta pembuktian saat OTT, ada uang Rp25 juta tersebut," kata dia.

Baca juga: Dua Pegawai Dinas PTSP Provinsi Lampung Terjaring OTT

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana memaparkan saat ini D masih berstatus sebagai saksi. Namun, ada kemungkinan ketika nanti perkara tersebut berada di persidangan, D akan dijadikan sebagai saksi.

"Masih saksi, (D jadi saksi di persidangan) dipastikan," katanya.

Informasi yang didapat Lampost.co, setidaknya ada sekitar 10 ajuan izin penggunaan air yang diajukan ke pelaku, 5 berasal dari PT Lautan Teduh Interniaga, dan sisanya dari beberapa perusahaan lain.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar