#pasarsmep#pasarbandarlampung

Pedagang SMEP Keberatan Soal Harga Sewa

( kata)
Pedagang SMEP Keberatan Soal Harga Sewa
Seorang pedagang di Pasar Smep, Bandar Lampung, sedang menunggu pembeli. Lampost.co/Umar


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pedagang di Pasar Smep Bandar Lampung merasa keberatan tentang rencana tarif sewa yang akan ditetapkan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Sebab, lokasi berjualan itu sepi pembeli.

Pemerintah mematok harga Rp6 juta per tahun untuk pedagang yang menggunakan kios dan di area basemen Rp750 ribu per tahun.

Pedagang sayur, Yatini, mengaku berat atas rencana tersebut. Sebab, sejak pindah tempat, ia hanya mengandalkan pembeli langganan.

"Paling cuma langganan lama saja yang ke sini, yang lain nggak ada yang mau masuk," kata Yatini, Kamis, 6 Januari 2022.

Menurutnya, perpanjangan sewa gratis yang diberikan wali kota tidak memberikan pengaruh signifikan. Sebab, tarif yang dikenakan tidak menjadi masalah jika banyak pembeli yang datang.

Hal senada juga dikatakan Lusi, penjual kopi bubuk. Ia mengaku banyak kehilangan pelanggan sejak direlokasi.

"Gimana mau bayar, kalau tidak ada pembeli. Kami tidak ada pemasukan bahkan banyak tunggakan yang tak terbayar," kata dia.

Ia berharap pemerintah memberikan solusi yang jelas terhadap persoalan itu. Sebab, jika tidak ada, maka para pedagang bisa kembali berjualan di luar gedung.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar