#pkorwayhalim#beritalampung#penertibanpkl

Pedagang PKOR Wayhalim Diberi Waktu 5 Hari Bongkar Lapak

( kata)
Pedagang PKOR Wayhalim Diberi Waktu 5 Hari Bongkar Lapak
Anggota Satpol PP Bandar Lampung melakukan audiensi dengan pedagang di PKOR Wayhalim. Lampost.co/Andi

Bandar Lampung (Lampost.co): Kepala Bidang Penegakkan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Provinsi Lampung Lakoni memberikan waktu lima hari kepada para pedagang diseputar PKOR Wayhalim untuk melakukan pembongkaran lapaknya sendiri.

"Pembersihan para pedagang yang berada dilahan PT Way Halim, sudah kami berikan teguran peringatan dan sudah audensi. Hasilnya mereka akan keluar sendiri, tapi mereka tetap masih buka lapaknya. Maka itu, kami kasih waktu 5 hari," ujarnya, Rabu, 21 Januari 2020.

Menurut Lakoni, para pedagang meminta pembongkaran harus dilakukan terhadap warung mie aceh dan soto lamongan yang berdiri di lahan PT Way Halim.

"Kalau warung mie aceh dan soto lamongan tidak dibongkar. Mereka katanya tidak mau membongkar lapaknya. Jadi, kami menghubungi pihak PT Way Halim," kata dia.

Dia mengatakan dari hasil pertemuan dengan perwakilan PT Way Halim juga setuju memberikan waktu lima hari untuk membongkar warung mie aceh dan soto lamongan.

"Kalau dalam waktu lima hari belum dibongkar. Kami terpaksa bongkar secara paksa," kata dia.

Sementara itu, perwakilan PT Way Halim, Ramli membenarkan pihaknya memberikan waktu lima hari untuk para pedagang mengosongkan lapaknya.

"Sudah diberi kebijakan. Jadi, kami percaya dalam waktu lima hari pedagang akan pergi," ujarnya.

Ramli juga membantah jika pedagang seperti warung mie aceh dan soto lamongan berdiri di lahan PT Way Halim dengan status sewa.

"Sebenarnya tidak sewa dan tidak ada perjanjian. Kami juga sudah minta untuk keluar tapi mereka mohon izin dulu," ujarnya.

Ia menambahkan lahan PT Way Halim yang digunakan untuk berdagang rencana dilakukan proses revitalisasi.

"Lahan di pinggir jalan yang ditempati pedagang masih lahan PT Way Halim juga. Rencananya lahan ini akan di bangun mal," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar