#unjukrasa#asosiasi#pedagangpasar

Pedagang Pasar Wayhalim Tuntut Kebijakan PD Pasar

( kata)
Pedagang Pasar Wayhalim Tuntut Kebijakan PD Pasar
Pedagang Pasar Wayhalim menggelar unjukrasa. Lampost.co/Deta Citrawan

Bandar Lampung (Lampost.co): Asosiasi Pedagang Pasar Wayhalim menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor unit PD Pasar Rakyat, Kamis, 19 Desember 2019. Dalam aksi itu puluhan peserta yang didominasi oleh kaum pria menuntut beberapa kebijakan yang dinilai tidak memihak kepada para pedagang.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Wayhalim M. Efendi mengatakan aksi damai dari para pedagang pasar itu untuk menuntut yang harus dipenuhi oleh unit PD Pasar Rakyat Wayhalim.

“Yang jelas tuntutan dari pedagang menghentikan penarikan pungutan yang tidak resmi kepada pedagang, berupa pungutan uang listrik. Krena uang listrik itu udah ada kemufakatan dengan pedagang Rp5 ribu per toko. Lalu pembebanan biaya pembuatan sertifikat kios dan hamparan itu Rp120 ribu,” ujarnya.

Menurutnya penarikan sejumlah uang yang diminta dari pihak pengelola pasar kepada pedagang saat ini tidak sesuai, karena dinilai memberatkan pihak pedagang. Terlebih pihaknya juga tidak mengetahui apakah pungutan itu sesuai dengan aturan daerah yang berlaku atau tidak.

“Kita mengikuti, tapi ini resmi tidak? Kalau memang ini untuk PAD silahkan," katanya.

Pihaknya juga menuntut tentang pergantian satpam sebagai pihak pengamanan di lingkungan pasar.

Menjawab berbagai tuntutan itu, Kepala Unit PD Pasar Rakyat Wayhalim, Masdar Umar mengatakan aksi yang digelar para pedagang tidak diketahui oleh pihaknya.

“Terkait aksi tadi, kami tidak tahu karena tidak ada pemberitahuan kepada kami tidak ada tembusan. Maunya apa kita tidak tahu," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar