#EKONOMILAMPUNG#BERITALAMPUNG

Pedagang Pasar Tradisional Berharap Bantuan karena Sepi Pembeli

( kata)
Pedagang Pasar Tradisional Berharap Bantuan karena Sepi Pembeli
Pedagang tradisional di Pasar Pasir Gintung membuka usahanya meski pembeli sepi. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pedagang pasar tradisional di Kota Bandar Lampung mengeluhkan sepinya pembeli yang melakukan transaksi. Para pedagang berharap adanya bantuan yang diberikan agar mampu bertahan hidup dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Meski kebijakan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 memperbolehkan para pedagang berjualan tapi daya beli masyarakat minim. Seperti yang terpantau di Pasar Way Halim, Pasar Bawah, Pasar Tengah, Pasar Bambu Kuning, dan Pasar Pasir Gintung. Meski ada beberapa pedagang yang masih menutup usahanya, ada juga yang mulai membuka usahanya walau pembeli sepi.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana melalui Instruksi Wali Kota Nomor 6 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Covid-19. Pasar tradisional dan pasar basah dibatasi jam operasional mulai dari pukul 07.00 WIB sampai 17.00 WIB dengan protokol kesehatan sangat ketat. Kemudian, pedagang kaki lima, toko kelontongan, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, pasar loak, pasar burung/unggas, pasar batik, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan sebagainya diizinkan buka dengan dibatasi jam operasional mulai pukul 08.00 WIB sampai 15.00 WIB dengan protokol kesehatan yang ketat.

Pedagang cabai dan bawang di Pasar Pasir Gintung, Arifin, mengatakan, keadaan pasar sepi pembeli. Ia mengatakan harga-harga juga turun seperti bawang merah dari harga Rp33 ribu/kg jadi Rp30 ribu/kg, bawang putih dari Rp26 ribu/kg jadi Rp24 ribu/kg, kemudian cabai merah dari Rp25 ribu/kg jadi Rp17 ribu/kg, kemudian cabai rawit kecil ada yang Rp17 ribu/kg, Rp15 ribu/kg bahkan ada yang Rp13 ribu/kg.

"Ya, begini, Mas. Meskipun buka, yang beli enggak ada," katanya kepada Lampost, Selasa, 27 Juli 2021.

Baca juga : Pedagang Keluhkan Sepinya Pasar

Ia mengatakan sebagian besar dagangannya dibeli sebagai bahan baku masakan untuk rumah makan, restoran, ketring, hotel, dan pedagang pinggir jalan atau anggkringan. Daya beli menurun karena usaha makanan juga sedang sepi karena PPKM. Meski demikian, ia tetap bersyukur karena ada beberapa langganan yang beli dan pihaknya juga siap mengantarkan kepada pembeli bila ada yang melakukan pemesanan.

"Bantuan-bantuan juga belum ada dan belum dengar pedagang pasar ini dapat. Pengennya dapat bantuan sembako, beras 5 atau 10 kg juga, lumayan untuk makan," ujarnya.

Baca juga : Pemprov Lampung Usulkan 94.432 UMKM Dapat Bantuan Produktif

Begitu pun yang disampaikan oleh pedagang lainnya yang menjual sembako, Usup Supriadi. Ia mengatakan harga-harga standar saja cuma daya beli masyarakatnya yang sepi. Ia juga tidak mengetahui mengapa bisa seperti ini. 

"Pasar biasa aja tetep buka tapi sepi. Pembelinya ini yang kurang rame. Gak mau keluar rumah dan pergi ke pasar mungkin. Bantuan-bantuan juga sepi, ramenya kalau mau Pilkada atau Pemilu aja banyak ngasih bantuan," kata Usup. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar