Pasarsmep

Pedagang Pasar Smep Pertanyakan Waktu Penempatan

( kata)
Pedagang Pasar Smep Pertanyakan Waktu Penempatan
Kondisi pembangunan pasar Smep. Lampost.co/MTVL/ Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pedagang pasar Smep mempertanyakan penyelesaian bangunan pasar dan waktu penempatannya. 

Salah satu pedagang, Muryanto, menjelaskan sejak dirinya berdomisili di lapaknya saat ini belum ada pendataan yang dilakukan Dinas Perdagangan maupun pihak Paguyuban Pasar.

Ia juga menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan menutupi informasi mengenai progres pembangunan pasar Smep kepada pedagang. Satu-satunya informasi yang diketahui sebatas sistematika penggunaan kios, yakni sewa per bulan.

“Pedagang yang lapaknya di pinggir jalan juga sering tanya, kepastian bisa menempati kios dan berapa harga sewanya. Padahal saya sendiri nggak tahu bisa dapat kios atau nggak,” ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Muryanto, para pedagang pasar Smep memiliki banyak keluh kesah yang ingin disampaikan. Hanya saja tidak tahu harus menyampaikannya kemana dan kepada siapa.

“Kalaupun kami sampaikan, tetap saja ujung-ujungnya juga mandek tidak sampai pemerintah. Jadi kesannya sebatas menyampaikan tapi tidak disampaikan,” kata dia.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, terlihat beberapa pekerja melakukan pembangunan pada lantai dasar gedung Pasar Smep. Namun, papan proyek yang berisikan jenis kegiatan, nomor kontrak hingga sumber dana yang seharusnya terpasang hingga saat ini tidak dipasang pihak rekanan, PT. Asmi Hidayat.

Kepala PD Pasar Smep, Selamet, mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan calon penghuni kios-kios pasar Smep sejak tiga tahun silam. Hal itu sesuai perintah Kepala Dinas Perdagangan. Namun, dia enggan memberikan detail jumlah data pedagang yang diserahkan kepada atasannya.

“Saya ditugaskan mendata selama dua bulan, tapi sudah lupa. Itu dua atau tiga tahun lalu. Kalau mau jelas langsung ke Dinas saja,” ujarnya.

Ia juga mengaku tidak tahu menahu mengenai regulasi yang akan diterapkan, baik tarif sewa kios ataupun jadwal beroperasinya pasar. “Kalau tentang pasar langsung saja ke atasan supaya sinkron,” ujarnya.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar