#proyekpasar#beritatubaba#pembangunan

Pedagang Pasar Pulung Kencana Tagih Janji PT Brantas

( kata)
Pedagang Pasar Pulung Kencana Tagih Janji PT Brantas
Akibat pandemi, pengembang proyek Pasar Pulung Kencana merekrut beberapa pekerja lokal. Lampost.co/Ahmad Sobirin

Panaragan (Lampost.co): Masyarakat Tulangbawang Barat (Tubaba), khususnya ratusan pedagang Pasar Pulung Kencana menagih janji penyelesaian pembangunan pasar setempat. Akibat molornya pembangunan, mereka harus bersabar lebih lama tinggal di pasar sementara hingga pertengahan 2021 mendatang.

Pembangunan Pasar Modern Pulung Kencana itu molor dari kontrak yang disepakati oleh PT Brantas Abipraya selaku rekanan yang mengerjakan proyek senilai Rp77 miliar tersebut. PT Brantas tidak mampu menyelesaikan pekerjaan hingga batas waktu yang ditetapkan pada 7 Juli 2020.

Sebelumnya, pemkab setempat menyakini perusahaan BUMN tersebut bisa menyelesaikan pekerjaan pasar dua lantai itu tepat waktu selama 18 bulan dan berakhir 20 Mei 2020.

Namun, pekerjaan tidak selesai dan diperpanjang selama 35 hari kerja dengan batas waktu 7 Juli 2020, rekanan hanya mampu menyelesaikan pekerjaan sebesar 96,07 persen baik pekerjaan struktur maupun arsitektur bangunan pasar yang didesain dengan beton ekspos tersebut. 

Atas keterlambatan itu, pihak rekanan harus menanggung sanksi denda agar menyelesaikan pekerjaan sampai 100 persen.

"Nilai denda itu se per seribu dari nilai kontrak sisa, tetapi dia berjenjang. Jadi misalnya progresnya ia naik dari 96,07 persen per tanggal 7 dan di tanggal 8 progresnya naik maka dendanya berkurang lagi," kata Kabid Ciptakarya PUPR Tubaba, Ritmi, saat dihubungi, Jumat, 17 Juli 2020.

Menurut Ritmi, selain cuaca dan pandemi Covid-19, kendala yang dihadapi oleh pihak rekanan sehingga harus menanggung sanksi denda adalah minusnya penarikan keuangan dari Kas Pemerintah Daerah setempat yang hingga kini baru mencapai angka 60% dari total nilai kontrak.

"Jadi kita ini Pemda masih hutang, karena progres mereka sudah 96 yang sudah dibayar baru di kisaran 60% saja," kata dia.

Pantauan Lampost.co, lokasi proyek baik siang maupun malam masih terlihat pekerja mengerjakan sisa pekerjaan beton yang belum selesai. Sayangnya pihak PT Brantas tidak bersedia untuk memberikan keterangan saat diminta tanggapan.

Sementara itu, Kepala Tiyuh Pulung Kencana, Hendarwan, berharap pengerjaan Pasar Pulung Kencana dapat berjalan sesuai dengan rencana, baik waktu maupun kualitas bangunan.

"Harapan kami segera selesai agar dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, karena banyak pedagang yang sudah bertanya kepada kami," katanya.

Ketua Komisi III DPRD Paisol membenarkan adanya keterlambatan pengerjaan Pasar Modern Pulung Kencana tersebut.

"Ya, rekanan mengakui tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, meskipun telah diperpanjang 35 hari kerja," ujarnya.
 

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar