#KotaBandarLampung#revitalisasipasar#PasarPerumnasWayHalim

Pedagang Pasar Perumnas Way Halim Mulai Tempati TPS

( kata)
Pedagang Pasar Perumnas Way Halim Mulai Tempati TPS
Uni Caun, pedagang sayuran, mulai berdagang di lokasi TPS di samping SD Al Azhar, Way Halim, Bandar Lampung, Selasa (5/9/2017). Lampung Post/Firman Luqmanulhakim


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pedagang Pasar Perumnas Way Halim mulai merapikan lapak dagangannya di lokasi tempat penampungan sementara (TPS) selama rehabilitasi pasar dilakukan Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Pemantauan wartawan Lampung Post, puluhan pedagang sudah mulai berjualan di lokasi TPS yang berada di lapangan parkir SD Al Azhar, Way Halim, Bandar Lampung, Selasa (5/9/2017).
Uni Caun, salah seorang pedagang sayuran, mengatakan telah mulai berdagang sejak kemarin di lokasi baru supaya terus mendapatkan penghasilan. “Alhamdulillah pelanggan yang biasa beli sayuran saya sudah tahu lokasi sementara saya berdagang. Jadi jualan lancar terus,” kata dia ditemui Selasa (5/9/2017).
Ia berharap pembangunan yang dilakukan Pemkot tidak terlalu lama, sesuai dengan target yaitu selesai di akhir tahun ini. “Ya mudah-mudahan enggak lama berdagang di sininya Mas. Semoga pembangunannya lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pasar Perumnas Way Halim, Parlindungan Pane mengatakan pengembang pasar belum memasang seng pembatas proyek. Rencananya Rabu (6/9/2017) seng pembatas baru akan dipasang sesuai dengan permintaan kontraktor tersebut. “Pengembangnya siapa saya kurang paham. Yang jelas mereka minta besok (hari ini). Tapi mulai sekarang juga sudah dikosongkan,” kata Pane di ruang kerjanya.
Pane juga mengatakan beberapa pedagang ada yang menggunakan modal sendiri untuk kios sementaranya dengan material baja ringan. “kebetulan mereka ada yang punya usaha baja ringan. Karena kalau dari dinas hanya menyediakan papan,” ungkapnya.
Ia juga berharap pembangunan dapat selesai sesuai dengan kontrak kerja selama 120 hari atau empat bulan ke depan. Pane juga memastikan seluruh pedagang mendapatkan lapak di TPS sambil menunggu pembangunan selesai. “Kasihan pedagang kalau lama proses bangunnya. Semua pedagang sudah kebagian tempat. Kalau tidak dapat ke sini saja laporan, nanti kami sediakan,” ujar Pane berjanji.

Firman Luqmanulhakim







Berita Terkait



Komentar