#MUKTAMARNU#NU#NAHDLATULULAMA#EKBIS

Pedagang Pakaian Muslim Raup Rp8 Juta Jajakan Barang Muktamar

( kata)
Pedagang Pakaian Muslim Raup Rp8 Juta Jajakan Barang Muktamar
Pedagang pakaian muslim yang menjajakan barang muktamar dan mendapatkan keuntungan dari pelaksanaan Muktamar Ke-34 NU di tepi Jalan Soekarno-Hatta, depan Kampus Universitas Lampung, Jumat, 24 Desember 2021. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) --  Semarak kegiatan Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) tak hanya dirasakan oleh para Muktamirin, namun juga kebahagiaan dirasakan oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di lokasi Universitas Lampung.

Hal tersebut dirasakan oleh Firdaus, salah satu pedagang pakaian muslim asal Pringsewu. Dia merasakan berkah tidak ternilai dari terselenggaranya muktamar di Provinsi Lampung.

“Saya tahu info mengenai Muktamar ini sejak November lalu. Saat itu saya mengajak seluruh rekan saya untuk berjualan dan menjajakan barang dagangan kami di sana,” kata Firdaus saat ditemui di pelataran UMKM depan Perpustakaan Unila, Jumat, 24 Desember 2021.

Baca juga: Muktamar NU Berdampak Positif Terhadap Wisata dan Ekonomi di Lampung

Menurutnya, selama Muktamar yang berlangsung dari Rabu, 22 Desember 2021 ini, dia bisa meraup keuntungan hingga Rp8 juta.

“Alhamdulillah mbak berkah sekali berjualan di sini, bisa ikut merasakan suka cita pelaksanaan muktamar. Penghasilan berdagang tiga hari disini biasa saya dapatkan selama dua bulan,” katanya.

Firdaus menjelaskan barang yang ia jajakan juga cukup beragam, mulai dari kopiah, sarung, sorban, baju muslim, hingga sajadah, dan tasbih.

“Dari hari pertama buka lapak disini tidak berhenti orang beli, ada yang dari Surabaya hingga Aceh beli barang jualan saya. Ini benar-benar rezeki luar biasa,” jelas dia.

Hal serupa dirasakan oleh Qodratul, pedagang makanan hingga pedagang lukisan para ulama NU yang dijajakan di pinggiran jalan Perpustakaan Unila.

“Karena ribuan orang datang. Ada yang sekadar melihat bahkan membeli lukisan saya. Ada yang membelinya untuk oleh-oleh, bahkan ada juga yang membeli untuk dijadikan pajangan rumah,” kata Qodratul. 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar