#PasarTradisional#Pungutan

Pedagang Keluhkan Pungutan di Pasar Tradisional Palasjaya

( kata)
Pedagang Keluhkan Pungutan di Pasar Tradisional Palasjaya
Salah satu pedagang saat menata dagangannya di Pasar Tradisional Desa Palasjaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Jum'at 23 April 2021. (Foto: Armansyah/Lampost.co)


Kalianda (Lampost.co) -- Pedagang Pasar Tradisional Desa Palasjaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan mengeluhkan pungutan di pasar tersebut. Pedagang menilai pungutan tidak sepadan dengan kondisi pasar.

Pasar milik Pemkab Lamsel itu berlangsung tiap Jum'at. Setiap pasar beroperasi, pedagang harus membayar pungutan dari sejumlah oknum yang tidak mengatasnamakan pihak pengelola pasar.

Pedagang yang membuka lapak di pasar tradisional itu wajib membayar pungutan uang salar, uang kebersihan, dan uang keamanan. Ada pun nilai pungutan berkisar Rp1.000 hingga Rp3.000 per pedagang.

Septi, salah satu pedagang mengaku setiap membuka lapak selalu diminta uang salar Rp3.000, kebersihan Rp1.000 dan keamanan Rp1.000. Ia menyayangkan pungutan itu tidak sebanding dengn kondisi pasar.

"Uang pungutan tetap jojong tapi kondisi pasar masih semrawut. Sampah masih banyak yang menumpuk. Enggak sesuai lah dengan adanya pungutan itu," kata dia, beberapa hari lalu kepada Lampost.co.

Dia menilai pengelolaan di Pasar Tradisional Desa Palasjaya terlalu banyak pungutan dibandingkan pasar tradisional lainnya di Kecamatan Palas. Terlebih, pungutan itu tidak diketahui jelas peruntukannya.

"Anehnya kok di pasar tradisional lain di Kecamatan Palas enggak ada seperti di sini. Kalau di tempat lainnya hanya ada pungutan kebersihan saja. Di sini bisa ada empat orang lakukan pungutan," kata dia.

Kepala UPTD Pasar Tradisional Desa Palasjaya, Erwanto mengatakan hanya melakukan penarikan retribusi salar dan kebersihan. Ia mengaku tidak mengetahui bila ada pungutan lainnya, seperti uang keamanan.

"Selama ini hanya ada retribusi kebersihan dan salar saja. Yang lainnya saya enggak tahu. Nanti akan kami cek terhadao retribusi tersebut," kata dia, Minggu, 25 April 2021.

Terpisah, Kepala Desa Palasjaya, Sugiarto mengatakan tidak mengetahui pasti pengelolaan pasar tradisional tersebut. Ia mengaku pemerintah desa tidak pernah terlibat dalam pengelolaan pasar tersebut.

"Kami enggak tahu seperti apa pengelolaannya. Selama ini kami hanya penonton saja. Walaupun sebenarnya pasar tradisional itu tepat di depan Kantor Desa Palasjaya," kata dia.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar