#pedagang#PKOR#beritalampung

Pedagang di PKOR Diminta Kosongkan Lapak

( kata)
Pedagang di PKOR Diminta Kosongkan Lapak
Foto : Dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seluruh pedagang kaki lima dan pemilik kios yang berada di lingkar pagar milik PT. Way Halim Permai, Kelurahan Way Halim Permai, Bandar Lampung, tepatnya dijalan Sultan Agung, Sumpah Pemuda dan dilingkar yang menghadap stadion PKOR, diminta mengosongkan area tersebut.

Berdasarkan surat edaran nomor: 700/884/V.05/ 2019 perihal peringatan 1. Agar para pemilik kios dan pedagang kaki lima untuk segera membongkar serta mencari tempat usaha lain. Dan dalam surat edaran tersebut diberikan limit waktu selama 7 (tujuh) hari kerja, terhitung sejak tanggal 15 sampai 25 November 2019.

Jika sampai limit waktu yang telah ditetapkan tidak mengindahkan peringatan 1 itu, maka Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Provinsi Lampung bersama Satpol-PP Kota Bandar Lampung akan melakukan langkah-langkah selanjutnya sesuai dengan tahapan yang telah diatur dalam Perundang-undangan daerah.

Menanggapi hal itu, Tini salah seorang pedagang setempat mengatakan jika memang sekitar wilayah itu akan dilakukan pembongkaran maka harus ada tempat baru bagi para pedagang yang dinilai telah bertahun-tahun menggelar lapak atau kios dagangan disana.

“Harapan kita kalau bisa kalaupun dibongkar ada tempat lain. Karena disini juga sudah lama hampir 5 tahunan dagang disini, awalnya ya dari beli tempat secara pribadi enggak ada hitam diatas putih,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Tidak jauh berbeda, hal senada juga disampaikan oleh Heriyanto salah seorang pemilik kios makanan yang juga ikut terkena himbauan pembongkaran lapak yang berada disekitar pagar milik PT. Way Halim Permai. “Sudah disuruh kosongin dari tanggal 7 sampai 14 kemarin, kalau saya liat pedagang yang lain dulu, kalau mereka bongkar ya ikut bongkar,” kata dia.

Selain itu, masih kata Heriyanto, pada tanggal 15 November 2019, petugas dari Satpol-PP kembali datang dan memberikan surat peringatan agar pedagang mengosongkan sebelum 25 November.

“Dua hari yang lewat Satpol-PP datang lagi ngasih surat edaran, banyak banget rombongan yang datang kemarin itu. Kami (pedagang) diminta pindah dari sini sampai tanggal 25, kalau enggak itu bakal dibongkar sama mereka,” kata dia, Minggu, 17 November 2019.

Dirinya menerangkan, sejak diterimanya surat peringatan atau edaran tersebut banyak pedagang yang saat ini sudah mulai mempersiapkan pembongkaran sendiri lapak berdagang. “Kalau saya dengar info dari pedagang lain kayaknya surat ini enggak main main, mangkanya mereka pada siap bongkar sendiri, saya juga besok mulai bongkar pindah kedepan,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait dengan surat edaran yang diterima oleh para pedagang sekitar pegar PT. Way Halim Permai itu dibenarkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Pol-PP Kota Bandar Lampung Suhardi Syamsi. Untuk penertiban pedagang kaki lima pada sekitar wilayah tersebut dilakukan petugas gabungan antara Pol-PP Provinsi dan Kota Bandar Lampung.

“Iya memang untuk penertiban pedagang kaki lima, Provinsi mengajak Satpol-PP Bandar Lampung berkoordinasi, tapi yang punya pelaksanaan itu mereka (Provinsi) kita hanya turut dilibatkan sebab memang Way Halim masih wilayah Bandar Lampung,” ujar Suhardi saat dihubungi, Minggu, 17 November 2019

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar