Koronacoronaviruspasar

Pedagang Ayam Potong Keluhkan Sepi Pembeli

( kata)
Pedagang Ayam Potong Keluhkan Sepi Pembeli
Foto. Lampost.co/Yudhi

KOTABUMI (Lampost.co) -- Dampak pandemi korona telah mempengaruhi seluruh sektor usaha di Indonesia. Salah satunya, usaha penjualan ayam potong yang biasanya mendapat keuntungan lebih saat idulfitri.

"Menjelang idulfitri 2020 ini, jumlah pengunjung pasar terasa lebih lenggang jika dibanding dengan idulfitri 2019 lalu,"ujar Supri, pedagang ayam potong Pasar Sentral Kotabumi di lapaknya, Sabtu, 23 Mei 2020.

Dia mengaku, sebelum wabah korona terjadi, saat idulfitri paling tidak dia bisa menjual antara 50-70 ekor ayam potong sehari. Sekarang, untuk menjual 20 ekor ayam potong saja terasa berat.

"Sebelum wabah terjadi, setiap menjelang  idulfitri, walau harga ayam potong mahal, masih dibeli konsumen," tuturnya.

Harga ayam potong saat ini, kata dia, turun jauh. Per ekor ayam potong dalam kondisi hidup rata-rata dijual Rp45 ribu-60 ribu, tergantung besar kecilnya ayam atau bobot ayam. Sebelumnya pada idulfitri lalu, ayam potong dalam kondisi hidup dia jual Rp80 ribu-140 ribu/ekor.

"Walau harga ayam turun, pembeli masih sepi mas. Di banding idul fitri 2019 lalu, harga ayam tinggi tapi pembelinya juga banyak, " tuturnya kembali.

Dia berharap, wabah korona dapat segera berakhir, sehingga usaha  masyarakat kecil seperti dirinya dapat berjalan normal kembali. 

Winarko



Berita Terkait



Komentar