koronanasional

PDP Covid-19 di Lamandau Kalteng Meninggal Usai Melahirkan

( kata)
PDP Covid-19 di Lamandau Kalteng Meninggal Usai Melahirkan
ANTARA FOTO/Basri Marzuki Ilustrasi: Pemakaman PDP di TPU Poboya, Palu Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/317803-baru-melahirkan-pdp-di-lamandau-kalteng-meninggal-dunia

Jakarta (Lampost.co) -- Seorang perempuan di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) covid-19 meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Lamandau. Padahal, ia baru saja melahirkan.

"PDP berjenis kelamin perempuan yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga tersebut merupakan satu-satunya warga Lamandau yang berstatus PDP, almarhumah meninggal pada Selasa, 2 Juni 2020, pukul 15.45 WIB," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 Kabupaten Lamandau, Hendra Lesmana, di Nanga Bulik, Rabu, 3 Juni 2020.

Almarhumah yang baru saja melahirkan tersebut diketahui merupakan istri dari salah seorang karyawan perusahaan besar swasta (PBS) perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Lamandau.   

Menurut Hendra, almarhumah meninggal dunia di RSUD Lamandau dalam masa perawatan dan sedang bersiap untuk dirujuk ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Setelah didapatkan hasil pemeriksaan kesehatan yang bersangkutan mempunyai gejala klinis seperti sesak napas, batuk berdahak kering, serta hasil rontgen mengarah ke pneumonia dengan edema paru. Berdasarkan hasil itulah yang bersangkutan ditetapkan statusnya sebagai PDP," ujar Hendra.

Diketahui, berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan, almarhumah tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah endemi covid-19. Petugas kesehatan dari RSUD Lamandau juga telah mengambil sampel swab sebelum almarhumah meninggal.

"Untuk itulah pasien PDP tersebut belum dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19," imbuhnya.

Hendra menyampaikan jenazah dimakamkan oleh tim Gugus Tugas Covid-19 dengan protokol penanganan standar Covid-19 di TPU km 7.

"Untuk diketahui, PDP yang meninggal atas nama Ny E, pasien tersebut setelah melahirkan prematur di klinik tempat tinggalnya di salah satu perusahaan swasta di Lamandau, kemudian dirujuk ke RSUD Lamandau pada Senin, 1 Juni 2020 bersama bayinya," tuturnya.

Menurut dokter yang menangani, pasien tersebut mengeluhkan sesak napas kemudian di-rontgen dengan hasil menunjukkan ke arah pneumonia dengan edema paru.

"Bayi almarhumah berjenis kelamin laki-laki yang dilahirkan dengan bobot 1,320 gram akan dirujuk ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun," pungkas Hendra

 

Media Indonesia



Berita Terkait



Komentar