#omnibuslaw#uuciptakerja#beritanasional#demonstrasi

PDIP dan Demokrat Saling Tuding soal Omnibus Law Tak Transparan

( kata)
PDIP dan Demokrat Saling Tuding soal Omnibus Law Tak Transparan
Anggota Fraksi Partai Demokrat Benny Kabur Harman. MI/Ramdani.


Jakarta (Lampost.co): Hubungan PDI Perjuangan dengan Demokrat semakin meruncing akibat pembahasan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) atau yang dikenal omnibus law di DPR. Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan menuding anggota fraksi Demokrat Benny K Harman menyebarkan informasi sesat.
 
Benny menepis tudingan Arteria. Benny mengaku menjadi saksi penyusunan pasal-pasal yang ada dalam RUU Ciptaker. Dia mengatakan hanya pasal UU Cipta Kerja yang tidak penting dibahas transparan
 
"(Pasal) yang sangat penting dan menyangkut nasib pekerja/buruh, petani/nelayan, dan masyarakat adat serta lingkungan/hutan dibahas dan diputus di ruang gelap,” tegas Benny dalam akun twitternya @BennyHarmanID pada Sabtu, 10 Oktober 2020.

Benny menjelaskan hal tersebut yang membuat partainya walk out saat rapat sidang paripurna pengesahan UU Ciptaker. Benny hingga kini mempertanyakan keberadaan naskah UU Ciptaker yang disahkan DPR RI pada 5 Oktober lalu.
 
"Adakah di antara kita yang tahu di mana naskah RUU Ciptaker yang baru saja disetujui Presiden dan DPR itu disembunyikan? Ayo, ayo, kita main cilukba. Rakyat Monitor!" tegas BKH.

Sebelumnya, Arteria Dahlan mempertanyakan konsistensi politikus Benny dalam pembahasan tingkat 1 RUU Ciptaker di Badan Legislatif DPR. Arteria menyebut Benny jarang menghadiri rapat pembahasan tingkat 1 RUU Ciptaker.
 
"Jangan-jangan jari tangan aja enggak sampai. Apa saja masukan dari beliau? DIM fraksinya apa saja," ungkap Arteria dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 10 Oktober 2020.
 
Arteria juga mempertanyakan pernyataan Benny soal pembahasan pasal-pasal klaster ketenagakerjaan dilakukan secara tertutup dalam ruang gelap oleh Baleg. Secara tegas Arteria menepis dugaan tersebut.
 
"Dari detik pertama sudah diliput oleh media elektronik, cetak, digital, hingga media sosial. Begitu telanjangnya kerja-kerja Panitia Kerja (Panja) Baleg kita dalam membahas RUU Ciptaker," tegas Arteria.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar