#rekormuri#festivalkopi#pdip

PDI P Lampung Ikut Kegiatan Festival Kopi Tanah Air

( kata)
PDI P Lampung Ikut Kegiatan Festival Kopi Tanah Air
Festival Kopi Tanah Air, di Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada Jumat, 27 Mei 2022, yang digagas PDI Perjuangan. (Foto:Dok.PDIP)


Bandar Lampung (Lampost.co)--DPP PDI Perjuangan menggelar Festival Kopi Tanah Air, di Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada Jumat, 27 Mei 2022. Dalam Acara tersebut juga, terjadi pemecahan rekor MURI, Cita Rasa dan sulan kopi peserta terbanyak yang dilakukan secara hybrid.

Acara tersebut dihadiri oleh Kader PDIP di tingkat pusat dan daerah, serta dihadiri peserta dari tingkat DPD dan DPC yang mengikuti acara tersebut secara daring dengan zoom meeting, termasuk DPD PDIP Lampung dan jajaran DPC di 15 Kabupaten/Kota.

Sekertaris DPD PDI P Lampung Sutono mengatakan, partainya membuka dua stand di acara tersebut. Yakni Stand Els Coffe sebagai pihak swasta dan juga Stand PDI P Lampung barat yang juga menyajikan kopi asli olahan masyarakat dari Lampung Barat.

"Di sana ada  dua stand, dan juga ada kader kita Lesti, anggota DPRD Lampung, acara ini juga ide dan ada peran dari Ketua DPD kita Pak Sudin yang juga di Komis IV DPR RI," ujar Sutono.

Menurut Sutono, acara minum kopi bersama tersebut, juga merupakan puncak dari rangkaian acara HUT PDI P yang sudah berjalan. Mulai dari menanam pohon dan mangrove, bersih-bersih masjid dan musala, diskusi memerangin radikalsime, dan kegiatan lain yang bermanfaat untuk masyarakat.

"Ini puncak rangakain Hut," katanya.

Dengan adanya dua stand di lokasi acara, diharapkan kopi asal Lampung bisa lebih  dikenal luas, di tingkat nasional maupun dunia.

"Kemudian, juga supaya kaum milenial juga akrab dengan kopi tidak hanya orang tua saja," kata mantan Sekdraprov Lampung itu.

Dia juga berharap ada pendampingan oleh pemerintah dan juga pengusaha, terhadap petani maupun para pengusaha mikro di bidang kopi. Kemudian, diharapkan juga adanya produksi baru dari varietas turunan kopi, dan diversifkasi terhadap kopi.

"Jadi yang dijual jangan raw material saja, misalnya green been, harus ada turunan lainnya," katanya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh tokoh masyarakat yang  juga mantan Kapolda Lampung Irjen Pol (Purn) Ike Edwin. Ia berharap, Kopi Lampung bisa dikenal hingga tingkat Asia dan tingkat dunia.

"Ini kan rekor dari 34 provinsi dan ratusan daerah, ini luar biasa, mengenalkan kopi" katanya.
 
Ia berharap PDI P yang merupakan partai besar dan tua tersebut, bisa menjadi harapan masyarakat dan membawa perubahan serta manfaat.


Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar