#airbersih#pdam

PDAM Berdalih Penutupan Aliran Air ke Teluk Bone karena Ada Pembuatan 2 Jalur Pipa

( kata)
PDAM Berdalih Penutupan Aliran Air ke Teluk Bone karena Ada Pembuatan 2 Jalur Pipa
Ilustrasi.Dok.Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Warga Jalan Telukbone, Kelurahan Kotakarang, Telukbetung Timur, kecewa dengan kinerja dan pelayanan PDAM Way Rilau Bandar Lampung. Pasalnya, hingga Minggu, 16 Agustus 2020 atau sudah 4 hari air tak kunjung mengalir.

Akibatnya warga kesulitan untuk melakukan mandi cuci kakus (MCK) dan penggunaan air untuk kepentingan lainnya, seperti air minum. Air hanya mengalir mulai tengah malam hingga dini hari, itu pun sangat kecil sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan.

Ternyata, PDAM Way Rilau sengaja mematikan aliran air ke warga Jalan Telukbone, Kelurahan Kotakarang.
Dalihnya, karena sedang ada pembuatan dua jalur pipa PDAM menuju arah Pulau Pasaran.

"Keterangan resminya, saya konfirmai ke bagian distribusi, pipa ke arah Pulau Pasaran, di-taping untuk dibuat dua jalur," ujar Kepala Bagian Humas dan Pelanggan PDAM Way Rilau, Agung Purnama.

Dia belum bisa memastikan kapan aliran air bisa kembali normal untuk warga Jalan Telukbone, Kelurahan Kotakarang, akibat adanya penutupan aliran air tersebut. "Saya rasa besok mungkin, saya belum koordinasi ke pihak distribusinya, tapi laporan sudah masuk, bakal diperbaiki secepatnya," ujarnya.

Rival Gusmadiani, warga Jalan Telukbone, Kelurahan Kotakarang, kecewa dengan upaya yang dilakukan PDAM Way Rilau, dengan mematikan aliran air, dengan dalih untuk akses air ke warga Pulau Pasaran. "Kalau begitu terus masa aliran untuk warga sini dimatiin, kan sama-sama bayar. Masa mentingin satu kampung, kampung lain dikorbanin," ujarnya.

Ia berharap kinerja PDAM profesional dan jangan mengabaikan kepentingan pelanggan lainnya. "Air itu kan dipakainya pagi sampai sore, lah ini enggak ngalir-ngalir, kitanya yang susah," ujarnya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar