#RAMADAN#IBADAH

PBNU Keluarkan Panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri

( kata)
PBNU Keluarkan Panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri
Ilustrasi NU


Menyambut Bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1442 H, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menginstruksikan kepada seluruh Pengurus Nahdlatul Ulama, Pengurus tembaga dan Badan Otonom Nahdlatul Ulama, dan seluruh Warga Nahdlatul Ulama, untuk:

1. Senantiasa meningkatkan amaliah keagamaan serta berupaya taqorrub kepada Allah SWT, memakmurkan masjid dan musala dengan melaksanakan salat fardlu berjama'ah, salat tarawih begama'ah, tadarus Al-Quran, iktikaf dan memperbanyak amalan sunnah lainnya dengan tetap mematuhi protokol pencegahan penyebaran Covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah.

2. Melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan dalam rangka melakukan pembinaan terhadap umat, untuk memperkuat kebersamaan dan menjalin silaturahim dengan tetap mematuhi protokol keseliatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

3. Meningkatkan kualitas pendidikan kepada umat melalui dakwah dan ceramah keagamaan yang mencerdaskan sekaligus mengedepankan esensi dan nilai-nilai ajaran Islam serta menghindari ceramah yang bersifat provokatif dan cenderung menyebarkan kebencian.

4. Menyosialisakan kewajiban zakat fitrah kepada umat dan mengimbau untuk menyalurkan zakat kepada yang berhak melalui NU-Care LAZISNU.

5. Mematuhi dan menaati keputusan, kebijakan dan imbauan pemerintah pusat dan daerah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 untuk melaksanakan silaturahim di Hari Raya Idul Fitri 1442 H secara daring dengan tanpa mengurangi esensi dan nilai silaturahim.

6. Melaksanakan Salat Idulfitri 1442 H di Masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai dengan yang ditetapkan oleh Pemerintah.

7. Mengajak kepada seluruh umat Islam untuk bermunajat kepada Allah SWT selama Bulan Ramadan 1442 H, memohon agar bangsa Indonesia aman, maslahat, terhindar dari musibah, bencana, dan mampu mengatasi pandemi Covid-19.

Berbagai kegiatan dengan ketentuan protokol kesehatan selama Bulan Ramadan dan Idulfitri 1442 H sebagaimana di atas dapat dilaksanakan di daerah dengan status pandemi hijau dan kuning.

Panduan tersebut langsung ditandatangani oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini. Selain itu, Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Katib 'Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

MI







Berita Terkait



Komentar