#viruscorona#PBB

PBB Serukan Gencatan Senjata Global demi Perangi Covid-19

( kata)
PBB Serukan Gencatan Senjata Global demi Perangi Covid-19
Sekjen PBB Antonio Guterres. (Foto: AFP)

New York (Lampost.co) -- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyerukan gencatan senjata global untuk semua wilayah konflik dalam upaya memerangi musuh bersama: virus korona (covid-19). Guterres menilai covid-19 sebagai ancaman bagi seluruh umat manusia.
 
"Kemarahan virus ini mengilustrasikan situasi saat perang. Itulah mengapa saya menyerukan gencatan senjata global sesegera mungkin untuk seluruh penjara dunia," tegas Guterres, dalam keterangan di situs UN News.
 
"Kini saatnya untuk melakukan lockdown terhadap konflik bersenjata, dan bersama-sama memfokuskan perhatian untuk berjuang menyelamatkan nyawa kita semua," lanjutnya.

Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins pada Selasa 24 Maret 2020, total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 381 ribu dengan lebih dari 16 ribu korban meninggal dan 101 ribu pasien sembuh.
 
Pertama kali muncul di Tiongkok pada Desember 2019, Covid-19 kini telah muncul di lebih dari 180 negara. Guterres menekankan bahwa gencatan senjata dapat membuka akses bantuan kemanusiaan bagi kelompok warga yang paling rentan terkena covid-19.
 
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, Guterres mengatakan bahwa covid-19 tidak peduli terhadap status kewarganegaraan atau etnis, ataupun perbedaan lainnya antar bangsa di dunia. "Virus ini menyerang semua orang secara brutal, bahkan di masa perang," sebut Guterres.
 
Ia menyebut kelompok paling rentan terhadap covid-19 adalah wanita dan anak-anak, penyandang disabilitas, kaum marjinal, imigran, dan pengungsi.
 
Guterres juga menyoroti sejumlah negaa yang tidak memiliki fasilitas kesehatan memadai dalam menghadapi covid-19. Ia khawatir terhadap pekerja kesehatan di negara-negara semacam itu.
 
"Mari hentikan konflik, letakkan senjata, setop artileri dan serangan udara," seru Guterres.
 
"Hal ini krusial demi menciptakan koridor untuk bantuan penyelamatan nyawa, untuk membuka jendela diplomasi, untuk menghadirkan harapan di tengah kelompok paling rentan terhadap covid-19," pungkasnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar