#PBB#korona

PBB Ajak Semua Pemuka Agama Bersatu Melawan Covid-19

( kata)
PBB Ajak Semua Pemuka Agama Bersatu Melawan Covid-19
Sekjen PBB Antonio Guterres. (Foto: AFP)

New York (Lampost.co) -- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengajak tokoh religi dari semua agama untuk menyatukan kekuatan dalam melawan pandemi penyakit virus korona (covid-19). Guterres menekankan bahwa inilah saatnya untuk mengupayakan perdamaian dan memperbarui "rasa saling percaya antar sesama."
 
Ajakan disampaikan Guterres saat Kristiani tengah merayakan Paskah (Easter), Yahudi memperingati Paskah Yahudi (Passover), dan Muslim menanti datangnya bulan suci Ramadan.
 
"Hari ini, saya ingin mengajak tokoh religi dari semua agama untuk menggabungkan kekuatan demi mengupayakan perdamaian dunia dan memfokuskan perjuangan bersama dalam mengalahkan covid-19," ujar Guterres, dikutip dari Press Trust of India, Minggu 14 April 2020.

Guterres menyebut biasanya Paskah dipenuhi momen kebersamaan antar teman dan keluarga. Namun karena adanya pandemi covid-19, momen seperti itu sudah sulit terjadi.
 
"Jalanan sepi. Toko-toko ditutup. Tempat ibadah juga demikian. Kita mengkhawatirkan orang-orang tercinta, dan juga sebaliknya mereka pun mengkhawatirkan kita," ungkap Guterres.
 
Karena sulit untuk merayakan Paskah bersama, Guterres mengajak orang-orang yang merayakannya untuk menjadikan momen saat ini untuk merefleksikan diri.
 
Lewat pesan penuh optimisme, Guterres berharap dunia dapat mengalahkan covid-19 melalui kerja sama, solidaritas, dan keyakinan terhadap kemanusiaan. Ia meminta komunitas global untuk terus mendukung para pekerja kesehatan yang sedang berjuang di garda terdepan.
 
"Kita juga harus mengingat kelompok rentan dari yang paling rentan di seluruh dunia. Kita juga harus mengingat adanya banyak warga di zona-zona konflik dan permukiman kumuh, yang hanya dilengkapi peralatan minim untuk memerangi virus," ungkapnya.
 
Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins pada Minggu petang, total infeksi covid-19 di level global telah melampaui 1,7 juta dengan lebih dari 108 ribu kematian dan 405.243 pasien sembuh.

Medcom



Berita Terkait



Komentar