#ISIS

PB NU Tolak Tegas Pemulangan Eks ISIS

( kata)
PB NU Tolak Tegas Pemulangan Eks ISIS
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj saat sebelum menghadiri peringkatan HUT ke-97 NU dan pelantikan pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Metro di halaman kampus Institut Agama Islam (IAI) Ma'arif NU. Lampost.co/Suprayogi

Metro (Lampost.co) -- Ketua Umum  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj secara tegas menolak wacana pemulangan 600 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anggota Islamic State Iraq and Syria (ISIS) di Suriah. Penolakan tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia.

Said juga mengultimatum pemerintah agar tidak melakukan tindakan pemulangan yang dapat menciptakan kegaduhan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Itu masukan dari saya, masukan dari PBNU kepada pemerintah. Mereka sudah meninggalkan kewarganegaraan Indonesia bergabung dengan negara ISIS. ISIS itu negara lo, ISIS itu negara. Berarti itu sudah selesai kewarganegaraan Indonesia," kata Said Aqil Siradj sebelum menghadiri peringkatan HUT ke-97 NU dan pelantikan pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Metro masa khidmat 2020—2025 di halaman kampus Institut Agama Islam (IAI) Ma'arif NU, Jalan RA. Kartini 28, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Kamis, 13 Februari 2020.

Dia juga mengibaratkan seorang yang telah pergi meninggalkan rumah untuk membangun rumah baru dengan merusak rumah-rumah di sekitarnya, dilarang keras untuk diminta kembali.

"Sama seperti saya melepaskan kewarganegaraan Indonesia masuk ke Taiwan, misalkan. Maka tidak ada hak menjadi warga negara Indonesia. Melepaskan dengan sendirinya kewarganegaraan Indonesia untuk bergabung dengan negara ISIS, walaupun negara ISIS sekarang bubar. Dulu ada negara ISIS, ada pemerintahannya, ada rakyat, ada wilayah," katanya.

Ketika ditanya soal kemungkinan pemerintah memaksakan wacana tersebut, Said Aqil menegaskan tidak setuju termasuk memulangkan anak-anak mantan anggota ISIS ke Tanah Air. "Saya tidak setuju, tidak setuju. Sama saja (anak-anak eks ISIS,) silakan PBB yang urus lah," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar