#PLN#kelistrikan#Lampung

Pasukan Khusus PLN Selamatkan 2,63 Juta kWh Aliran Listrik

( kata)
Pasukan Khusus PLN Selamatkan 2,63 Juta kWh Aliran Listrik
Tim PDKB melakukan pemeliharaan rutin infrastruktur kelistrikan. Dokumen PLN


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung secara rutin melakukan pemeliharaan terhadap infrastruktur kelistrikan. 

Kegiatan itu dilakukan tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) yang bertugas menjaga aliran listrik untuk terus terhubung kepada pelanggan. Bahkan, hingga Juli 2019, pasukan khusus tersebut turut menyelematkan daya 2,63 juta kWh.

Manager Komunikasi PT PLN UID Lampung, Junarwin menjelaskan dalam menjaga keandalan pelayanan kepada pelanggan, PLN secara rutin melakukan pemeliharaan seluruh infrastruktur kelistrikannya. 

Perawatan itu tentunya tidak dapat dikerjakan bagi sembarang orang. Sebab, pekerjaan yang langsung bersentuhan dengan tegangan tinggi itu menjadikan tugas itu memiliki resiko besar.

"Untuk itu, dalam melakukannya kami memiliki tim khusus yang terlatih untuk melakukan PDKB. Pasukan itu memiliki tugas khusus dalam memelihara jaringan tegangan menengah 20 kVA. Mulai dari pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian isolator, konduktor, serta komponen lainnya pada jaringan listrik," kata Junarwin kepada Lampung Post, Kamis (8/8/2019).

Menurutnya, pasukan itu bekerja tanpa memadamkan aliran listrik, sehingga bekerja ditengah tegangan jaringan listrik yang tetap tersalur ke pelanggan. Dengan begitu pelanggan dapat terus beraktivitas tanpa terganggu padamnya listrik. Sementara, PLN pun tidak kehilangan potensi pendapatannya dengan listrik yang terus mengalir ke pelanggan. 

Dari kegiatan PDKB itu, lanjutnya, PLN pun menyelamatkan listrik dalam jumlah Kilo Watt Hour (kWh) setiap tahunnya. Di 2018 lalu, pasukan khusus PDKB itu menyelamatkan listrik 6.408.492 kWh yang setara dengan Rp7,14 miliar. "Sementara, di 2019 hingga Juli ini tim PDKB telah menyelamatkan 2.636.555 kWh atau setara dengan Rp2,86 miliar," ujarnya.

Kendati demikian, lanjutnya, pekerjaan itu memiliki resiko tinggi. Untuk itu tim selalu melakukannya dengan standar operasional prosedur dan alat pelindung diri yang lengkap. Selain itu, fisik dan psikis tim menjadi aspek yang diperhatikan. Mengingat besarnya resiko pekerjaan tersebut dari segi tegangan listrik dan ketinggian lokasi pekerjaan.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar