ingatpesanibujagajarakmencucitanganmemakaimasker

Paslon Pilkada Lamsel Wajib Memaksimalkan Penyebaran BK APD

( kata)
Paslon Pilkada Lamsel Wajib Memaksimalkan Penyebaran BK APD
Ilustrasi.Dok. Lampost.co


Kalianda (Lampost.co) -- Di tengah pandemi Covid-19, pasangan calon bupati dan wakil bupati bersama seluruh partai pengusung di Lampung Selatan wajib memaksimalkan penyebaran bahan kampanye (BK) berupa alat pelindung diri (APD) selama tahapan kampanye Pilkada 2020. Hal tersebut untuk membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran dan memutus mata rantai virus Covid-19. Kemudian, agar tidak memunculkan klaster baru selama Pilkada serentak 2020.

Komisioner KPU Lamsel, Mislamudin mengatakan setiap kontestasi Pilkada Lamsel 2020 wajib memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 selama tahapan kampanye berlangsung. Untuk itu, paslon wajib memaksimalkan penyebaran APD saat berkampanye. 

"Saat berkampanye paslon wajib memperhatikan protokol kesehatan dengan cara memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak, dan pakai hand sanitizer. Terpenting lagi maksimalkan penyebaran BK tambahan berupa APD," kata dia, Senin, 2 November 2020.

Menurut dia, sesuai Pasal 60 Ayat (3) Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19 menyatakan BK APD yang diperbolehkan untuk dibagikan kepada masyarakat, yakni masker, sarung tangan, pelindung wajah, dan cairan antiseptik berbasis alkohol (hand sanitizer). 

"Kemudian, sesuai peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas PKPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19 menyatakan kegiatan kampanye harus menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19," kata dia. 

Untuk itu, kata Mislamudin, setiap paslon harus berperan aktif menekan penyebaran Covid-19 di Lamsel dengan cara membagikan bahan yang berguna untuk menutus mata rantai penyebaran virus korona. Sebab, setiap paslon harus menjadi contoh ataupun suri teladan yang baik bagi masyarakat.

"Pilkada di tengah pendemi saat ini berbeda dengan pilkada sebelumnya. Sebab, ada aturan khusus paslon tidak boleh mengumpulkan massa lebih dari lima puluh orang dan ada pembagian BK tambahan sesuai dengan PKPU Nomor 10 Tahun 2020," kata dia.

Sementara itu, Kordiv Pengawasan Bawaslu Lamsel, Iwan Hidayat mengatakan pihaknya mendorong para kontestan Pilkada Lamsel 2020 untuk tetap menaati protokol kesehatan selama berkampanye. Bahkan, pihaknya mendorong paslon supaya untuk dapat memaksimalkan kampanye melalui daring. 

"Kami tegaskan lagi kepada seluruh paslon supaya dapat mengedepankan protokol kesehatan selama kampanye. Di tengah pandemi Covid-19 ini, paslon bisa membagikan bahan kampanye tambahan berupa APD. Manfaatkan APD ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar