pilkadaKPUdebat

Paslon Paparkan Penanganan Covid-19 di Debat Terakhir Pilwalkot

( kata)
Paslon Paparkan Penanganan Covid-19 di Debat Terakhir Pilwalkot
Komisi Pemilihan Umun (KPU) Bandar Lampung menggelar debat kandidat terakhir pasangan calon wali kota dengan tema penanganan Covid-19 serta penyelesaian persoalan daerah, di Hotel Emersia Telukbetung Utara, Jumat, 4 Desember 2020. Salda


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Komisi Pemilihan Umun (KPU) Bandar Lampung menggelar debat kandidat terakhir pasangan calon wali kota dengan tema penanganan Covid-19 serta penyelesaian persoalan daerah, di Hotel Emersia Telukbetung Utara, Jumat, 4 Desember 2020.

Sebelum dimulainya debat, Ketua KPU Bandar Lampung Dedy Triyadi memperkenalkan kelima panelis yang hadir sebagai penggagas pertanyaan dalam sesi terakhir debat kandidat Pemilihan Wali Kota Bandar Lampung.

"Wahyu Sasongko dari FG Unila, Syarifudin Basyar dari UIN Lampung, Handi mulyaningsih mantan Komisioner KPU Lampung, Dosen Fisip Unila Aila Karyus ahli Kesmas IDI Bandar Lampung, dan Najili UIN Radin Intan Lampung," ujar Dedy.

Sementara itu, pasangan calon wali kota nomor urut 3, Eva-Deddy menegaskan akan gencar melakukan sosialisasi secara door to door kepada masyarakat pentingnya Prokes dalam beraktivitas.

'Kami akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Bersama tim satgas, dan konfirmasi kepada seluruh masyarakat secara door to door bahwa pentingnya menjaga protokol kesehatan," ungkap Eva Dwiana.

Kemudian Paslon nomor urut 1 Ryco Menoza -Johan Sulaiman mengatakan, akan meningkatkan tracing, testing, dan treatment di Kota Bandar Lampung.

"Kita tingkatkan kordinasi dengan pemerintah pusat dalam melakukan pencegahan covid-19 dengan gencar melakukan tracing (penelusuran), testing (pengujian), dan tratmen (pengobatan)," ujar Ryco Menoza.

Terakhir, Paslon nomor urut 2 Yusuf Kohar-Tulus Purnomo berjanji akan menggratiskan biaya rapid tes Covid-19 di kota Bandar Kampung, serta swab gratis.

"Kita fokuskan APBD untuk penangan covid-19 dimana masyarakat harua tau sedini mungkin dengan rapid tes dan tes Covid-19," pungkasnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar