#pilkada#lingkungan

Paslon Harus Komitmen Memperbaiki Kerusakan Lingkungan Bandar Lampung 

( kata)
Paslon Harus Komitmen Memperbaiki Kerusakan Lingkungan Bandar Lampung 
Calon no urut 1 Rycko Menoza, calon no 2 Yusuf Kohar, calon wakil no urut 3 Deddy Amarullah saat mengikuti diskusi yang digelar Walhi Lampung. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung menggelar diskusi publik terkait komitmen penanganan dan penanggulangan kerusakan lingkungan bersama pasangan calon wali kota Bandar Lampung, Kamis, 5 November 2020. Acara ini digelar Wood Stairs Cafe, Jalan Urip Sumoharjo, Way Halim, juga menghadirkan sejumlah perwakilan sejumlah organisasi, akademisi, dan pemerhati lingkungan.

Hadir dalam acara tersebut calon wali kota nomor urut 1 Rycko Menoza SZP, calon nomor urut 2 Yusuf Kohar, sedangkan pasangkan nomor urut 3 tidak hadir, diwakilkan calon wakil Deddy Amarullah.

Dalam diskusi tersebut Walhi menampilkan video berbagai permasalahan lingkungan di Bandar Lampung yang sudah bertahun-tahun tidak tertangani pemerintah, seperti banjir, sampah, dan permukiman kumuh.

Direktur Eksekutif Walhi Lampung Irfan Tri Musri mengatakan diskusi ini dapat melihat gambaran bagaimana Bandar Lampung terkait lingkungan hidup di lima tahun ke depan. Sebab, kondisi lingkungan hidup di Bandar Lampung saat ini sangat memprihatinkan.

"Hasil kajian 2022 yang akan datang akan penuh permukiman dan hampir semua kecamatan di Bandar Lampung terkepung banjir. Ini akan menjadi PR terbesar para paslon untuk memimpin lima tahun ke depan. Maka kita apresiasi kehadiran para calon wali kota, ini merupakan komitmen awal untuk membangun Bandar Lampung terkait lingkungan hidup yang berkelanjutan," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, paslon nomor urut 1, Rycko Menoza SZP mengatakan permasalahan lingkungan harus dicari akar masalahnya agar dapat ditangani dengan baik. Seperti, permasalahan sampah dengan bekerja sama kabupaten sekitar dan pemerintah di atasnya agar dicarikan tempat penampungan baru.

"Kemudian, semua harus aparatur pemerintah bersama masyarakat juga harus digerakkan untuk melakukan pola hidup bersih, menanam pohon untuk upaya reboisasi atau penghijauan agar ruang terbuka hijau di Bandar Lampung bertambah," katanya.

Calon wali kota nomor urut dua, Yusuf Kohar, mengatakan perlu adanya alokasi meningkatkan anggaran sarana untuk pengelolaan sampah sampai 15 sampai 30 persen dari APBD.

Sementara itu, Deddy Amarullah mengakui sangat prihatin dengan berbagai permasalahan lingkungan di Bandar Lampung, seperti sampah, banjir, dan lingkungan kumuh yang selama ini masih menjadi permasalahan.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar