#viruscorona#viruskorona#kesehatan#beritamesuji

Pasien Probable di Mesuji Dimakamkan dengan Standar Covid-19

( kata)
Pasien <i>Probable</i> di Mesuji Dimakamkan dengan Standar Covid-19
Pasien yang belum dinyatakan positif korona dimakamkan dengan standar Covid-19. Lampost.co/Ridwan Anas


Mesuji (Lampost.co): Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji kembali memakamkan warga Mesuji dengan standar covid-19, meskipun sang pasien belum diketahui positif korona.

Kepala Dinas Kesehatan Mesuji, Yanuar Fitirian, mengatakan jika warga Kecamatan Pancajaya tersebut merupakan pasien dari Rumah Sakit Menggala saat ini berstatus probable. Status itulah yang menjadi acuan agar pemakaman dilaksanakan dengan standar covid-19. 

Probable yaitu orang yang diyakini sebagai suspek dengan ISPA Berat atau gagal nafas akibat aveoli paru-paru penuh cairan (ARDS) atau meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

"Yang meninggal masih status probable dan meninggalnya di Rumah sakit Menggala.  Hasil Swab dari pasien belum keluar," jelas Yanuar, Selasa, 20 Oktober 2020.

Pemakaman dengan standar covid-19 juga sudah dilakukan Mesuji di bulan lalu dengan dalih yang sama. Padahal, hasil dari swab pasien yang dimakamkan dengan cara covid-19 tersebut dinyatakan negatif korona. 

"Yan Budiaji negatif covid-19 hasil swabnya," lanjut Yanuar. 

Yanuar sendiri enggan membeberkan berapa biaya dalam sekali pemakaman dengan protokol kesehatan. 

Informasi yang dihimpun Lampung Post, setiap petugas diberikan insentif sebesar Rp1 juta setiap pemakaman dengan standar covid-19. 

Disisi lain, pemakaman secara covid-19 banyak ditentang oleh masyarakat. Terlebih seringnya pemakaman dilakukan kepada pasien yang hasilnya bukan covid-19. 

"Pihak keluarga tentu tidak menginginkan kematian keluarganya dimakamkan dengan cara seperti itu. Apalagi sudah diketahui sebelumnya jika karena sakit lain, bukan karena covid-19. Pemerintah harus mempertimbangkan juga perasaan dari keluarga yang ditinggalkan. Jangan sebentar-sebentar dibilang covid-19, menimbulkan keresahan juga di masyarakat," kata Santoso warga Mesuji.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar