#penyebrangan#pascatsunami#turun#beritalampung

Pascatsunami, Arus Penumpang di pelabuhan Bakauheni Turun

( kata)
Pascatsunami, Arus Penumpang di pelabuhan Bakauheni Turun
Pelayanan di dermaga 2 Pelabuhan Bakauheni terlihat normal, Rabu (26/12/2018). (Foto:Lampost/Aan Kridolaksono)

KALIANDA (Lampost.co)--PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni mencatat arus penumpang dan kendaraan pada angkutan libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 mengalami penurunan sejak gelombang tsunami menghantam perairan Selat Sunda, Sabtu (22/12) malam lalu.

“Jumlah penumpang maupun kendaraan pada 23 dan 24 Desember 2018 atau sehari setelah tsunami mengalami penurunan sampai 40 persen dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama dan dibandingkan dengan hari sebelumnya,” kata humas PT ASDP cabang Bakauheni, Saifulahil Muslal Harahap kepada lampost.co, Rabu (26/12/2018).

Pada Minggu-Senin dan Selasa (23-24-26/12/2018), tidak ada lonjakan penumpang yang signifikan. Tidak juga terlihat ada antrean kendaraan yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten.

Padahal hingga saat ini,  ujar Saiful, kondisi di Pelabuhan Bakauheni berjalan normal. Sebanyak 28-31 kapal beroperasi di enam dermaga sandar setiap harinya.

“Mungkin masyarakat masih kuatir akan terjadi tsunami susulan. Apalagi beredar kabar laut di Bakauheni surut. Padahal itu hoaks," ungkapnya.

Ia menjelaskan selama tiga hari masa mudik Natal atau sebelum tsunami (20-21-22/12/2018), ASDP melayani  105.487 penumpang jalan kaki dan dalam kendaraan menyeberang ke Merak, Banten.

Namun sehari setelah tsunami jumlah penumpang hanya 36.585 orang atau turun 44 persen dibanding hari sebelumnya yang mencapai 66.897 orang.

 

Aan Kridolaksono



Berita Terkait



Komentar