#penggusuran

Pascapenertiban, Pedagang Durian Bermunculan di PKOR Way Halim

( kata)
Pascapenertiban, Pedagang Durian Bermunculan di PKOR Way Halim
Meskipun beberapa waktu lalu telah ditertibkan Satpol PP Lampung, pedagang durian tetap asyik menggelar lapak di sekitar PKOR Way Halim, Rabu, 29 Januari 2020. Lampost.co/Deta Citrawan

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejumlah lapak milik pedagang yang berjualan di sekitar PKOR Way Halim ditertibkan petugas Satpol PP Lampung pada pekan lalu. Namun, pascapenertiban tepatnya di Jalur Dua Way Halim, marak pedagang durian yang berjajar di sepanjang jalan menuju arah PKOR.

Salah seorang pedagang durian mengungkapkan usai penertiban, pedagang yang dinilai berjualan di atas lahan milik PT Way Halim sebagian masih ada yang bertahan dengan tetap melanjutkan kegiatan jual beli. "Masih (berdagang) lah, Mas, mau pindah ke mana lagi. Memang dari waktu digusur sama Pol PP ada yang lapaknya sudah dibongkar enggak bisa dagang lagi, terus pindah. Nah yang masih ada lapaknya ya tetap saja dagang," ujar pedagang durian Abah Duren yang tidak ingin menyebutkan namanya, Rabu sore, 29 Januari 2020.

Dia menyatakan telah berdagang di lokasi yang sama sudah bertahun-tahun. Mereka juga beralasan melihat lapak dagangan seperti Mie Aceh dan Lamongan tidak digusur petugas, maka mereka menjadikan itu sebagai acuan.

"Patokan kami (pedagang) sih ya dua itu, Mie Aceh sama Lamongan. Ya mereka saja masih bisa dagang, kenapa yang lain enggak bisa, gitu aja kan, Mas," ujarnya.

Meski demikian, dia mengungkapkan jika lapak milik Mie Aceh dan lainnya membongkar secara pribadi, mau tidak mau akan ikut membongkar tempat berdagang. "Mereka bongkar ya yang lain termasuk saya juga pasti ikut bongkar juga," katanya.

Selain itu, tempat yang saat ini menjadi lokasi menjajakan durian adalah satu-satunya lahan pencarian rezeki. Cukup sulit jika harus pindah ke lokasi lain karena sulit untuk mendapatkan tempat baru sebagai lapak berdagang.

"Namanya soal ini sudah kaitan dengan periuk ya, Mas. Kalau periuk orang sudah diganggu, bingung juga mau nyari tempat baru lagi, ngebangun lagi, banyak yang mesti diurus," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar