#topup#nontunai

Pasca-Demo Sopir Truk,  ASDP Tetap Batasi Top Up Tiket Non-Tunai

( kata)
Pasca-Demo Sopir Truk,  ASDP Tetap Batasi <i>Top Up</i> Tiket Non-Tunai
Paska demo sopir truk dan pengusaha truk yang berdampak kemacetan panjang, arus penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni kembali normal, Jumat, 17 April 2020. Aan Kridolaksono.


Kalianda (Lampost.co)  -- PT ASDP Cabang Bakauheni tetap melakukan pembatasan terhadap pengguna jasa yang melakukan Top Up untuk membayar e-ticketing, usai demo yang dilakukan ribuan sopir truk di pintu masuk loket tiket kendaraan Pelabuhan Bakauheni, Kamis, 16 April 2020 malam. 

Pembatasan itu berdampak pada antrian panjang kendaraan yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten. Meski demikian,  General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni,  Captain Solikin menegaskan akan tetap melaksanakan pembatasan top up di loket tiket non-tunai. 

Sebab,  mulai 1 Mei 2020, ASDP cabang Bakauheni maupun Merak tidak lagi menjual tiket di pelabuhan,  sehingga seluruh pengguna jasa wajib membeli tiket secara online.

Pemberlakuan tiket online ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

"Pembelian tiket secara online juga untuk mencegah adanya penyebaran Covid-19. Bukan hanya penumpang, petugas juga dilarang melakukan kontak fisik," kata Captain Solikin kepada Lampost.co,  Jumat,  17 Mei 2020.

Sehingga, pembatasan loket tiket tersebut dapat merubah mindset sopir angkutan barang dari manual menuju era digitalisasi.

"Menjelang pemberlakuan tiket online,  kami  harap  ada progres atau peningkatan pembelian tiket secara online 70% sampai saat ini.  Sehingga, sampai 1 Mei 2020 tiket online  sudah berlaku 100 persen.  Karena per 1 Mei itu juga  tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan, " ungkapnya. .

Menurutnya, pemesanan tiket secara online bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan memberikan kemudahan bagi pengguna jasa,  dalam menentukan sendiri jadwal keberangakatan.

"Dengan tiket online pengguna jasa bisa pesan H-30 sebelum keberangkatan. Di lain sisi, penggunaan tiket online juga  menjadi salah satu upaya social distancing maupun physical distancing di tengah pandemi virus korona," pungkasnya.

 

 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar