#Pasar#Kemiling#BandarLampung

Pasar Terminal Kemiling Sepi Pembeli

( kata)
Pasar Terminal Kemiling Sepi Pembeli
Kondisi Pasar Kemiling, Bandar Lampung yang sepi pembeli. (Lampost.co/Ahmad Amri)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Suasana disekitar pasar Terminal Kemiling, Bandar Lampung tampak cerah, sinar mentari menembus baju hingga terasa hangat dikulit sekitar pukul 08.30 WIB, Senin (5/11/2018) pagi.

Pasar yang letaknya berdampingan dengan flyover kemiling itu terlihat sepi dari para pembeli. Hanya beberapa orang pedagang menjajakan dagangannya disana.
Sepinya pembeli di pasar terminal kemiling diakui beberapa orang pedagang yang diwawancarai lampost.co, Senin (5/11/2018).
Hariyadi (67) seorang pedagang sayuran di terminal kemiling mengatakan bahwa dia baru berdagang di pasar terminal kemiling. 
"Sebelum disini saya berdagang di pasar rakyat tani pada hari Kamis dan Minggu. Disini baru kurang lebih setengah bulan, sepi pembelinya," kata Hariyadi.


Dia menjelaskan sepinya para pembeli di pasar terminal kemiling bisa disebabkan beberapa masalah, diantaranya lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk.
"Ya mungkin karena baru dibuka saja, baru berjalan setengah bulan.Selain itu karena jauh dari penduduk dan terhalang kantor dishub serta terminal," jelasnya. 
Hal yang sama juga disampaikan,  Darsi (63) seorang pedagang es dawet, dia mengatakan bahwa kondisi pasar terminal Kemiling sepi dari pembeli, sebelumnya dia berdagang di pasar rakyat tani.  "Waktu pertama buka, banyak pedagang nya, penuh sekarang sudah berkurang pe dagangnya,  padahal baru dibuka pasar ini kurang lebih setengah bulan, "kata Darsi.

Dia menjelaskan, bahkan Wali Kota Bandar Lampung,  Herman HN juga sempat mengunjung pasar itu setelah diresmikan. "Bahkan bapak wali kota Herman HN, bilang dia di bohongi, katanya pedagangnya ramai. Pas dia kesini, sepi para pedagang sudah pada pulang sebagian," katanya.

Ia menjelaskan, bahwa kondisi pasar bagus, namun sayang para pedagang dan pembelinya sepi, sementara ini tidak ada pungutan dari pihak terkait.  "ini percobaan setengah tahun semuanya gratis,masalah kebersihan masih gabung sama pasar tamin,  jadi belum ada pungu tan dari pihak pasar atau dinas pasar," ujarnya.

 

 

Ahmad Amri



Berita Terkait



Komentar