#PasarSMEP

Pasar SMEP Lewati Batas Adendum

( kata)
Pasar SMEP Lewati Batas Adendum
Pekerja proyek pasar SMEP mengerjakan sisa-sisa pekerjaan yang belum rampung. MTVL/ Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengerjaan proyek gedung pasar SMEP yang telah menggelontorkan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) puluhan miliar itu, belum rampung hingga saat ini.

Awal Januari 2021, adendum selama 50 hari kerja dikeluarkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum (PU) dikarenakan kontrak pengerjaan gedung pasar SMEP yang berakhir pada Desember 2020 lalu molor.

Baca juga: Penyerahan Gedung Pasar SMEP Tunggu Kepastian dari Dinas PU

Jika dihitung sejak dikeluarkannya adendum tersebut, maka pada 11 Maret 2021 proyek gedung yang menelan anggaran Rp25 miliar itu seharusnya sudah rampung 100%.

Pantauan Lampost.co, Senin, 15 Maret 2021, puluhan pekerja terlihat masih berada di gedung pasar untuk menyelesaikan sisa-sisa pekerjaan. Pada sisi depan terlihat empat pekerja memindahkan bahan tidak terpakai, seperti potongan balok, dan batu ke dalam bak mobil truk.

Kondisi lantai tiga pada akhir Januari lalu masih berupa semen kasar yang belum dikeramik, namun saat ini sudah terpasang keramik pada seluruh bagian lantai, namun rolling door belum terpasang.

Beranjak satu lantai ke atas, lantai lantai empat yang merupakan area parkir terlihat 15 pekerja mengerjakan pengecoran lantai. 

Salah satu tukang, Roni, mengatakan bahwa pengerjaan saat ini sudah memasuki tahap finishing, dan membutuhkan waktu kira-kira satu bulan untuk merampungkan seluruh pekerjaan.

“Sudah 80 persen, tinggal nge-cor di parkiran dan ngaci tembok saja,” ujarnya. 

Mengenai lewatnya pengerjaan proyek dari batas adendum, Dwi yang merupakan pengawas dari PT Asmi Hidayat selaku pemenang tender tak mau berkomentar.

“Saya nanti salah-salah ngomong, mending langsung ke kantor saja ketemu dengan Pak Zen,” kata dia saat mengawasi pekerja di lantai dua gedung pasar SMEP.

Sementara itu, saat dihubungi melalui sambungan telepon, baik PT Asmi Hidayat dan Dinas PU Kota Bandar Lampung tidak menjawab.

Winarko







Berita Terkait



Komentar