#metro

Pasar Kreatif di Metro Pakai Koin Bambu sebagai Alat Tukar

( kata)
Pasar Kreatif di Metro Pakai Koin Bambu sebagai Alat Tukar
Peresmian Paruk Mas Mandiri Yosodadi . Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Wali Kota Metro meresmikan Pasar Rukun Masyarakat (Paruk Mas) Tangguh yang bertujuan memajukan perekonomian di masa pandemi covid-19. Paruk Mas terletak di Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur.

Penggagas Paruk Mas, Mohammad Ridwan mengatakan, pasar tersebut berasal dari inisiatif masyarakat untuk memajukan wilayah setempat. 

"Awalnya ini sudah terbentuk, namun sempat terhenti. Dengan kekompakan masyarakat alhamdulillah bersama-sama bangkit dan menyusun kembali serta menanamkan niat yang kuat hingga terciptanya Pasar Paruk Mas Mandiri ini," ujar dia, Minggu, 28 Maret 2021.

Dia menjelaskan, dalam jangka kurang dari tiga minggu sudah bisa kembali berkumpul dan berbagi tugas pokok dan fungsi masing-masing anggota kepanitiaan.

Tema yang dia gagas ini merupakan pasar wisata kuliner yang dilengkapi taman edukasi serta disisi pojok tempat untuk menyalurkan kreativitas pengunjung.

"Nanti ke depannya tidak hanya ini saja. Semua akan kita kembangkan demi memajukan dan memperbaiki perekonomian dimasa pandemi covid-19 ini," ujar dia.

Dari sekian banyak pasar kreatif yang ada di Kota Metro, Paruk Mas Mandiri ini satu-satunya yang menggunakan metode pembayaran dengan menggunakan koin bambu atau koin pring sebagai alat tukar. Setelah kegiatan transaksi pasar selesai, barulah para pedagang kembali menukarkan koin tersebut dengan rupiah melalui panitia.

"Koin Pring ini kami rumuskan bersama sebagai alat transaksi untuk mengontrol omset setiap pedagang. Dari omset itu sendiri dapat dilihat, apakah kurvanya naik atau turun. Ketika kurva nyaturun, itu tugas dari panitia untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas sehingga ada evaluasi baik dari kuliner hingga fasilitas akan lebih dipelajari lagi," ungkapnya. 

Wali Kota Metro, Wahdi, mengatakan, masih banyak hal yang dibutuhkan demi mengembangkan Kota Metro. Tercatat, hanya ada 3,1% pengusaha yang aktif di Kota Metro. 

"Dengan IPM yang tinggi, yakni 77,9 persen, pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin. Kami dari pemerintahan mengapresiasi dan memberikan tempat seluas-luasnya untuk menorehkan kreativitasnya, menumbuhkan kewirausahaan yang kreatif dan inovatif yang tentu berkelanjutan," kata dia.

Dia menjelaskan, dalam kepemimpinannya, Pemkot akan membangun infrasturktur secara keseluruhan dimulai dari masyarakat dengan memperhatikan lingkungan.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar