#ekbis#bisnislampung#umkm

Pasang Surut Bisnis Pembuatan Dandang di Lampura

( kata)
Pasang Surut Bisnis Pembuatan Dandang di Lampura
Muhammad Zaid saat membuat dandang alumunium. Lampost.co/Yudhi Hardiyanto

Kotabumi (Lampost.co): Di usianya yang senja, Muhammad Zaid yang sehari-hari disapa Mamat itu terlihat cekatan memotong lembaran aluminium untuk bahan baku perbaikan dandang yang telah mengalami kerusakaan di bengkel kerja sekaligus kediamannya, Jalan Dahlia,  RT 01, Lk 04, Kelurahan Sri Basuki, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, Minggu, 23 Februari 2020.

"Sudah beberapa tahun terakhir, saya tidak membuat dandang secara massal. Saat ini, saya baru membuat dandang kalau ada pelanggan yang pesan dan menerima perbaikan perkakas semua alat masak berbahan aluminium," ujarnya. 

Awal terjun di usahan ini, pengrajin dengan 3 anak dan 12 cucu ini, mengaku telah melakoni profesinya sejak 1974.

"Saat melihat bentuk ember logam dari seng yang di jual ibu saya di warung dulu. Saya merasa tertarik untuk membuatnya. Dari situlah saya mulai belajar dari tetangga yang berprosesi sebagai pengrajin ember logam itu dan ternyata ilmu berkembang sampai bisa membuat berbagai perkakas rumah tangga berbahan aluminium," ujarnya. 

Dia mengatakan pada masa kejayaan usahanya pada 1995 - 1996 lalu, saat itu jumlah pemesan perabot rumah tangga berbahan dasar aluminium tersebut sangat banyak. Bahkan, kakek berusia 72 tahun itu mempekerjakan beberapa orang tenaga kerja untuk membantu usahanya. 

"Di masa jayanya, saya hampir setiap bulan ke Jawa untuk mengambil bahan aluminium guna memenuhi pesanan pelanggan," kata dia.

Mulai era 2000, jumlah pemesan atau pembeli dandang semakin surut seiring dengan makin banyaknya peralatan masak dari luar daerah yang masuk ke Lampung Utara. 

"Masuknya peralatan memasak dari pabrikan, secara tidak langsung telah membuat usaha yang digeluti saya meredup. Sebab, pelanggan lebih suka membeli peralatan memasak yang di nilai lebih modern dengan penggunaan logam anti lengket," tuturnya. 

Dia mengatakan untuk dandang ukuran 8 kg per unit dijual Rp450 ribu, kapasitas 10 kg seharga Rp500 ribu, ukuran 15 kg seharga Rp550 ribu dan ukuran 20 kg di jual Rp700 ribu. 

"Selain dandang, saya juga menerima pesanan cetakan kue, oven roti dan ragam perkakas memasak berbahan aluminium. Untuk perbaikan panci, dandang dan peralatan lainnya tergantung kesepakatan kalau untuk kisaran harga Rp25-150 ribu/unit, tergantung tingkat kerusakan dan tebal tipisnya aluminium yang akan digunakan," kata dia.

Di berharap diusia senjanya tidak terlalu berfikir soal materi yang didapat, namun ia ingin terus bisa berkarya."Itu sudah membuat saya bahagia," kata dia.
 

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar