amerikapilpres

Partai Republik Angkat Suara Soal Klaim Kemenangan Trump

( kata)
Partai Republik Angkat Suara Soal Klaim Kemenangan Trump
Presiden AS Donald Trump klaim menang Pilpres 2020. Foto: AFP


Michigan (Lampost.co) -- Petahana Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim dirinya sudah menang dalam pemilihan presiden tahun ini. Namun, hingga saat ini penghitungan suara belum selesai.

 

Trump meminta agar penghitungan suara di beberapa negara bagian yang belum selesai. Ia juga mendesak agar surat suara yang telat datang tidak perlu dihitung.

Namun, banyak anggota dari Partai Republik menyangkal kemenangan Trump. Salah satunya senator dari Utah, Mitt Romney. Ia mengatakan surat suara harus dihitung habis.

"Menghitung setiap suara adalah inti dari demokrasi. Prosesnya terkadang panjang, dan untuk mereka yang mencalonkan diri pasti frustasi. Tapi, setiap surat suara harus dihitung," kata Romney di akun Twitternya.

"Jika ada hal yang janggal ditemukan, mereka akan diinvestigasi dan akan mencari jalan keluarnya. Yakinlah akan demokrasi, yang tercanang dalam Konstitusi dan rakyat Amerika," imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Paul Mitchell, anggota Kongres Michigan dari Republik. Ia mengatakan agar semua surat suara yang legal harus dan akan terus dihitung.

"Jika ada masalah, ada cara untuk mengatasinya. Jika ada yang memiliki bukti kesalahan, itu harus ditunjukkan dan diselesaikan," serunya.

Ia menambahkan, akan melakukan apapun yang merugikan integritas pemilu di AS, yang membahayakan demokrasi negaranya. Laman The Guardian, Jumat, 6 November 2020 menganalisa penambahan kata 'legal' sebelum 'suara' oleh Mitchell dinilai untuk menegaskan ketidakbenaran pernyataan Trump.

Petahana itu menyebutkan ada kecurangan bahwa surat suara yang dihitung di negara bagian yang dimenangkan Joe Biden, rivalnya dari Demokrat, tidak sah.

Trump tanpa bukti mengatakan jika suara 'sah' dihitung, ia akan dengan mudah memenangkan pemilihan presiden. Ini merupakan indikasi Trump tidak akan menyerah jika kekuasaan beralih kepada Joe Biden, rivalnya dari Demokrat.

"Jika Anda menghitung suara sah, saya akan dengan mudah menang. Jika Anda menghitung suara ilegal yang datang terlambat, mereka dapat mencoba mencuri pemilu dari kami," kata Trump.

Winarko







Berita Terkait



Komentar