#malaysia#internasional

Parlemen Terima Mosi Tidak Percaya Mahathir untuk PM Muhyiddin

( kata)
Parlemen Terima Mosi Tidak Percaya Mahathir untuk PM Muhyiddin
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad ajukan mosi tidak percaya ke PM Malaysia. Foto: AFP

Kuala Lumpur (Lampost.co) -- Ketua Parlemen Malaysia Mohamad Ariff Md Yusoff menyetujui pemungutan suara atas mosi tidak percaya Mahatir Mohamad terhadap Perdana Menteri Muhyiddin Yassin. Muhyiddin dilaporkan tidak meiliki kepercayaan dari mayoritas Anggota Parlemen.
 
Dalam sebuah pernyataan pada Jumat 8 Mei 2020, Ariff mengatakan dia telah menerima mosi tidak percaya dari mantan PM Malaysia tersebut. Namun tidak disebutkan apakah mosi itu akan diperdebatkan pada 18 Mei mendatang.
 
Dalam pernyataan yang sama, Ariff juga menolak mosi terpisah yang diajukan Mahathir. Dia menegaskan bahwa tidak akan membiarkan proses mosi diajukan oleh anggota parlemen Semporna dan Ketua Menteri Sabah Mohd Shafie Apdal.

"Mosi tidak konsisten dengan Pasal 43 Konstitusi Federal dan membantah otoritas raja dalam hal penunjukkan perdana menteri," kata Ariff dalam pernyataan yang dilansir dari Channel News Asia.
 
Parlemen dijadwalkan untuk duduk bersama selama satu hari pada 18 Mei mendatang. Pada awalnya mereka dijadwalkan untuk berdiskusi dari 9 Maret hingga 16 April, namun ditunda hingga 18 Mei sampai 23 Juni.
 
Pemerintah kemudian memutuskan untuk mengadakan satu hari duduk, pada 18 Mei, mengingat adanya perintah pembatasan gerakan (MCO) yang diberlakukan apda 18 Maret untuk mengekang penyebaran covid-19.
 
Pada Maret lalu, Mahathir mengatakan bahwa upaya Pakatan Harapan (PH) mengakukan mosi tidak percaya pada Muhyiddin di Parlemen, tidak mungkin berhasil.
 
"Sekarang dia adalah pemerintah, dia mampu membujuk banyak orang," tutur Mahathir pada 10 Maret lalu.
 
"Saya menemukan bahwa beberapa pendukung saya telah diangkat menjadi menteri, sehingga sekarang mereka beralih posisi," imbuhnya.
 
Akhir Februari lalu, Malaysia alami krisis politik setelah secara mendadak Mahathir Mohamad mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Malaysia. Kemudian, Raja Malaysia menunjuk Muhyiddin Yassin sebagai penggantinya setelah sepekan lebih mencari suara dari para anggota parlemen.

Medcom



Berita Terkait



Komentar