#MGNSummit

Pariwisata Indonesia akan Bangkit Seiring Distribusi Vaksin

( kata)
Pariwisata Indonesia akan Bangkit Seiring Distribusi Vaksin
Foto. MI/M Irfan


 

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah optimistis pada 2021 pariwisata Indonesia akan kembali bangkit bersamaan dengan distribusi vaksin ke masyarakat. Bahkan, energi pariwisata Indonesia akan kembali membangkitkan turis global. 

"Para pemangku kepentingan diharapkan dapat menemukan solusi konkret untuk menghidupkan kembali industri pariwisata Indonesia. Diantaranya solusi tersebut salah satunya adalah vaksin yang tersalurkan," kata Menparekraf RI Sandiaga Uno dalam kegiatan MGN Summit: Wonderful Indonesia: Reviving the Tourism Industry.

Pada awal 2020, kata dia, Pemerintah tak lagi mengejar volume jumlah wisatawan. Tapi kini menitikberatkan pada kualitas wisatawan yang berkunjung. Sehingga, jumlah devisa diharapkan mampu melampaui pendapatan tahun-tahun sebelumnya.

"Selama ini, pengembangan pariwisata cenderung ditekankan pada kuantitas dengan target bisa mendatangkan sebanyak-banyaknya wisman. Bahkan pada 2020, sempat ditargetkan pariwisata Indonesia bisa mendatangkan 20 juta wisman," ujar Sandiaga.

Menurutnya, sektor pariwisata lagi-lagi menjadi salah satu fokus pemerintah ke depan. Dalam Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 pemerintah telah menyatakan komitmen untuk mempercepat pembangunan di destinasi pariwisata super prioritas.

"Tak hanya itu, di Benua Eropa, branding pariwisata Indonesia ‘Wonderful Indonesia’ dipasang di bus-bus yang beroperasi di sepanjang jalan Berlin, Jerman. Terlebih lagi Kebijakan bebas Visa akan ditinjau ulang. Sebelumnya, terdapat 169 negara yang bebas visa ke Indonesia sejak tahun 2016," kata dia. 

Sandiaga juga mengatakan, Indonesia jangan merasa diabaikan karena harus kolaborasi multi stakeholder. Presiden pun menginginkan semua sektor fokus. "Kami kembangkan lima destinasi tapi kami juga sentuh melalui program-program desa wisata," ujarnya. 

Sandiaga melanjutkan ia akan menjalankan upaya tanggap darurat pariwisata dan ekonomi kreatif. Usaha tanggap darurat pemulihan aspek sosial dan ekonomi diharapkan bisa memberikan beberapa perubahan antara lain: Mempersiapkan arah kenormalan baru pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Mempersiapkan destinasi, Membangun kepercayaan publik, meningkatkan keterikatan wisatawan dan menciptakan atraksi yang menarik, menjemput peluang pascadistribusi vaksin covid-19

"Dalam hal ini, kami menekankan bahwa ada tiga platform program Kemenparekraf ke depan yang akan ia terapkan yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi," tutup dia.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar