#beritalampung#beritalampungterkini#politik#pemilu2024#pilpres#pileg#sentragakumdu

Panwascam agar Aktif Awasi dan Laporkan Pelanggaran Pemilu

( kata)
Panwascam agar Aktif Awasi dan Laporkan Pelanggaran Pemilu
Rapat koordinator Sentra Gakkmudu di Hotel Amalia, Jumat, 11 November 2022. Dok/Bawaslu Bandar Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sentra Gakkumdu Bandar Lampung terus berupaya menguatkan pengawasan Pemilu 2024 mendatang. Penguatan terutama menindak pelanggaran dan pidana pemilu.

Koordinator Sentra Gakkumdu Bandar Lampung, Yahnu Wiguno Santoyo meminta 60 anggota Panwascam di 20 kecamatan di Kota Tapis Berseri mengawasi dan melaporkan tindakan-tindakan yang mengarah kepada dugaan pelanggaran pemilu.

Menurut dia,  kompleksitas Pemilu 2024 akan lebih dinamis jika dibandingkan dengan Pemilu 2019 karena penyelenggaraan pilpres, pileg, dan pilkada dilakukan pada tahun yang sama meskipun tanggal pemungutan suaranya berbeda.

"Dari sisi teknis, hal ini membutuhkan personel yang banyak dan waktu penyelesaian per tahapan membutuhkan waktu lama. Di samping itu masih terdapat potensi persoalan yang sama dengan pemilu dan pilkada sebelumnya karena regulasi yang digunakan tidak berubah," ujarnya dalam rakor Sentra Gakkmudu di Hotel Amalia, Jumat, 11 November 2022.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung  Kompol Dennis Arya Putra, mengatakan pihaknya mendukung dan secara terbuka akan berpartisipasi secara aktif dalam ide, gagasan, atau tindakan sesuai perannya di Gakkumdu sebagai sebuah team work yang saling melengkapi.

Baca juga: Herman HN: NasDem Lampung Masih Cari Sosok Bacaleg Yang Dekat dengan Masyarakat 

"Kepolisian mengharapkan kepercayaan masyarakat dan setiap unsur Gakkumdu atau lebih luas masyarakat umum harus aktif melaporkan kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa yang mengarah pada pelanggaran pidana pemilu kepada kepolisian," katanya.

Dia berharap nantinya laporan-laporan tersebut mempermudah Polresta bekerja maksimal. Sebab, sulit bagi anggota Gakkumdu menemukan sebuah kasus secara langsung tanpa adanya laporan dari masyarakat atau temuan dari pengawas Pemilu.

“Kerja sama, komunikasi, konsolidasi, dan integritas Gakkumdu dan masyarakat sangat diperlukan sebagai upaya optimalisasi kinerja Gakkumdu," ujarnya.

Kasi Intel Kejari Bandar Lampung, Rio Irawan P. Halim menyebutkan para anggota Gakkumdu harus membangun komunikasi dan konsolidasi yang kuat melalui pertemuan yang lebih intens. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik, maka setiap pihak akan mampu dan dapat sadar mengenai pelaksanaan peran masing-masing.

"Terutama Kejaksaan yang memang pelaksanaan kewenangannya harus didasarkan pada kaidah hukum pasti. Sementara laporan-laporan dugaan pelanggaran pidana pemilu yang disampaikan sering belum mampu masuk kategori atau ranah kerja kejaksaan. Namun, dengan adanya Bawaslu, termasuk panwascam dan kepolisian, besar harapan akan terlaksana upaya penegakan keadilan pemilu yang masif dan komprehensif," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar