pajakpesawran

Pantai Sari Ringgung Hanya Bayar Beberapa Item Pajak

( kata)
Pantai Sari Ringgung Hanya Bayar Beberapa Item Pajak
dok Lampost.co


Pesawaran (Lampost.co) -- Meskipun memiliki potensi besar dalam pendapatan, Pantai Sari Ringgung hanya membayarakan beberapa item yang dijadikan Wajib Pajak (WP).

Kepala Bidang Pajak Daerah Lainnya, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pesawaran Syarif Husin, mengatakan, berdasarkan regulasi yang berlaku ada sejumlah kategori yang bisa dijadikan sebagai Wajib Pajak (WP).

"Berdasarkan Undang-undang 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah, ada 11 jenis pajak yang bisa ditarik, misalnya pajak reklame, pajak parkir, minerba, sarang burung walet, tempat hiburan, restoran, pajak air tanah dan lainnya," jelasnya. Kamis, 12 November 2020.

"Sedangkan untuk di Pantai Sari Ringgung, hanya ada beberapa item yang bisa kita jadikan WP, yaitu parkir, kemudian hotel atau bilik yang mereka bangun, kemudian restoran Cafe, dan reklame serta PBB nya," tambahnya.

Ia menambahkan, sampai saat ini ada ratusan Wajib Pajak yang ada di Kabupaten Pesawaran. "Untuk jumlah Wajib Pajak yang ada sekarang ini kita kategorikan berdasarkan jenis pajaknya misalnya pajak Restoran ada 80 WP, Minerba ada 5 WP, Parkir 123 WP, Hotel 7 WP, pajak hiburan ada 3 WP, pajak reklame ada 95 WP dan Pajak Air tanah 32 WP," tegasnya.

Dia juga menjelaskan, akibat adanya pandemi Covid-19, cukup berdampak pada capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Daerah, khususnya pada sektor penerimaan pajak, hal ini juga dialami oleh Pemerintah Kabupaten Pesawaran.

"Kalau dilihat memang ada penurunan pendapatan daerah kita sekitar 30 hingga 40 persen, tapi kalau untuk angka realnya saya belum tahu," paparnya. 

Menurutnya, ada sejumlah kendala yang dihadapi dalam memenuhi capaian PAD yang telah ditetapkan, karena banyak WP yang tidak beroperasi selama pandemi. 

 "Kendala yang dihadapi tentu ada, pajak bisa dilakukan penarikan jika objek pajak melakukan kegiatan usaha, nah, yang terjadi ini kan ada beberapa usaha misalnya pariwisata yang beberapa waktu lalu ditutup, tentunya berdampak pada kegiatan usahanya, sehingga tidak bisa kita tarik pajaknya, karena tutup," pungkasnya. 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar