#pilkades#lamsel#beritalampung#diprotes

Panitia Pilkades Bumidaya Diprotes Calon Kades

( kata)
Panitia Pilkades Bumidaya Diprotes Calon Kades
Calon Kades Bumidaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, saat bermediasi dengan Panitia Pilkades setempat di Balai Desa Bumidaya, Senin (1/7/2019). (Foto:Lampost/Armansyah)

KALIANDA (Lampost.co)--Tiga Calon Kepala Desa (Kades) Bumidaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, protes terhadap kinerja panitia Pilkades tingkat desa setempat. Mereka menduga panitia Pilkades berpihak  memenangkan calon Kades nomor urut 2.

Sumiri, calon Kades nomor urut 1 mengatakan ia bersama calon kades lainnya menduga adanya keberpihakan panita pilkades setempat. Dimana, pada saat proses pelaksanan Pilkades 26 Juni 2019 lalu, Panitia seolah secara sengaja mengulur waktu proses pemungutan suara.

"Panitia seolah-olah dengan unsur sengaja mengulur waktu proses pemungutan suara. Sebab, hingga waktu pemungutan suara berakhir masih banyak masyarakat yang tidak dipanggil untuk mencoblos. Padahal sudah mengumpulkan surat undangan," kata dia, Senin (1/7/2019).

Selain itu, Sumiri menilai panitia pilkades desa setempat juga tidak netral yang diduga memihak kepada calon kades nomor dua. Adapun yang dicurigai, panitia lebih mendahulukan pemanggilan undangan yang diduga kuat memihak kapada calon nomor 2.

"Kejanggalan ini juga terlihat ketika pemanggilan undangan. Panitia mendahulukan yang diduga memihak ke nomor 2. Sedangkan yang tidak, undangannya disusun dibagian bawah dan banyak yang tidak dipanggil hingga pencolosan berakhir," katanya yang diamini Calon Kades nomor urut 3, Tukiyono. 

Hal senada diungkapkan, Maryono, calon kades nomor 4 mengatakan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Desa Bumidaya mencapai 4.002 suara. Sedangkan, yang mendapatkan udangan dari panitia hanya sebanyak 3.287 suara dengan alasan sudah meninggal dan merantau.

"Yang menggunakan hak pilih di TPS hanya 2.303 pemilih. Yang kami pertanyakan, ada 964 pemilih tidak menyalurkan aspirasinya. Yang jelas, hingga pukul satu siang masih ratusan pemilih yang mengantri. Padahal jumlah bilik ada enam tapi yang digunakan cuma tiga. Kami bertiga menuntut kepada panitia agar pemilihan ini dilakukan ulang. Tuntutan ini akan kami sampaikan ke kabupaten," kata dia. 

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Desa Bumidaya Edi mengatakan pihaknya telah melakukan mediasi kepada tiga calon tersebut. Bahkan, tuntutan mereka sudah dijelaskan bahwa ada keselahan teknis saat pencoblosan. 

"Cuma salah teknis saja. Meski demikian, kami setiap mengambil tindakan saat pelaksanaan selalu melakukan musyawarah bersama saksi calon kades dan dituangkan dalam bentuk berita acara," katanya. 

Armansyah

Berita Terkait

Komentar