#diksarmaut#sidang

Panitia Akui Ada Kekerasan Saat Diksar

( kata)
Panitia Akui Ada Kekerasan Saat Diksar
Sidang lanjutan kasus diksar maut di PN Gedongtataan. Lampost.co/Putra Pancasila Sakti

Pesawaran (Lampost.co) – Fakta baru terungkap di sidang lanjutan perkara diksar maut dalam agenda mendengarkan keterangan saksi. Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Gedongtataan, Kamis, 27 Februari 2020.

Saksi dari panitia diksar Sena mengatakan saat itu ia sedang duduk berdua dengan Aga. Tiba-tiba Virza dan Bintang dating menarik Sena dan dibawa pergi menjauh dari Aga.

 "Saya ngantuk bisa biarin saya tidur sebentar tidak,” kata Sena menirukan Aga.

 Sementara itu, keterangan dari Nicholas, bahwa Kartika selaku ketua panitia, sempat berucap kepada para peserta bahwa hak asasi mereka dicabut.

"Saat kami baru sampai di Dusun Cikoak, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Teluk Pandan, Kartika langsung berucap kalau hari ini hak asasi kami hari ini telah dicabut," ungkap Nicholas menirukan ucapan Kartika.  

Dirinya juga mengatakan, pada kegiatan diksar tersebut, hampir seluruh peserta mendapatkan perlakuan kekerasan yang dilakukan panitia.

"Selain penamparan, saya juga diseret oleh panitia, sampai siku saya terasa sakit. Saya juga tidak tau kalau kegiatan diksar ini saya bakal mendapatkan perlakuan seperti ini," ungkapnya.

Dari seluruh panitia, hanya Kartika dan Kholid yang tidak melakukan pemukulan terhadap peserta diksar. “Mereka juga tidak selalu ada ketika panitia lain melakukan kekerasan," tambahnya.

Sedangkan Putri saksi ketiga yang dihadirkan oleh JPU, mengatakan, Aga pernah dikeluarkan oleh panitia dari barisan. "Dikeluarkannya itu, saya tidak tau siapa yang menariknya, dan saya juga melihat Aga pingsan, dan melihat Bintang dan Kholid sedang menggotong," pungkasnya.

 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar