#PangeranHarry#Kerajaan

Pangeran Harry Mengaku Sedih Lepaskan Gelar Kerajaan

( kata)
Pangeran Harry Mengaku Sedih Lepaskan Gelar Kerajaan
Pangeran Harry dalam sebuah acara di Istana Buckingham, London, 16 Januari 2020. (Foto: AFP/POOL/JEREMY SELWYN)

London (Lampost.co) -- Pangeran Harry mengekspresikan "kesedihan mendalam" saat ia dan istrinya Meghan harus melepas gelar kerajaan -- bagian dari kesepakatan mereka dengan Ratu Inggris Elizabeth II. Tidak hanya gelar, Harry juga tidak akan lagi menerima dana publik.
 
"Saya merasa sangat sedih," ucap Harry dalam pernyataan perdananya usai mencapai kesepakatan dengan kerajaan Inggris.
 
"Harapan kami adalah terus melayani Ratu, persemakmuran dan juga asosiasi militer saya," ungkap dia dalam sebuah acara di London, dikutip dari AFP, Minggu 19 Januari 2020.

Selain kehilangan dana publik, Harry dan Meghan juga diharuskan membayar GBP2,4 juta (setara Rp42 miliar) yang telah digunakan untuk membeli seluruh barang di Frogmore Cottage, rumah mereka di Inggris.
 
Harry juga harus kehilangan gelar militer dan penghargaan yang telah diterimanya dalam dua tur bersama jajaran militer Inggris di Afghanistan.
 
Walau gelar dan dana publiknya dicopot, Harry menegaskan tetap "sangat menghormati" Ratu Elizabeth II. "Merupakan suatu kehormatan untuk dapat selalu melayani Anda," ungkapnya.
 
"Saya akan selalu menghormati nenek dan komandan saya. Saya juga berterima kasih atas dukungan keluarga terhadap Meghan dan saya dalam beberapa bulan terakhir," ungkap Harry," sambung Harry.
 
Saat ditanya mengenai rencana ke depan dalam memulai kehidupn baru, Harry mengaku belum dapat berkata banyak. Ia dan Meghan berencana menghabiskan waktu di Kanada, sebelum nantinya memutuskan apakah akan pindah ke Amerika Serikat atau negara lain, dengan sesekali pulang ke Inggris.
 
"Terima kasih kepada Anda semua yang telah memberikan saya kekuatan untuk mengambil langkah selanjutnya dalam kehidupan ini," tutur Harry.
 
Istana Buckingham mengatakan kesepakatan Ratu Elizabeth II dengan Harry dan Meghan akan berlaku mulai musim semi tahun ini.
 

medcom



Berita Terkait



Komentar