#nasional#kesehatan#virus-corona

Panduan CDC dalam Pencegahan Penularan Covid-19 pada Bayi

( kata)
Panduan CDC dalam Pencegahan Penularan Covid-19 pada Bayi
Dalam pedoman terbarunya, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan bahwa ibu yang terinfeksi dengan virus korona untuk sementara waktu dipisahkan dari bayi mereka. (Ilustrasi/Pexels)

Jakarta (Lampost.co) -- Sampai saat ini para ilmuwan dan pejabat kesehatan di berbagai negara masih terus meneliti bagaimana cara penularan covid-19 pada bayi yang baru lahir. Dan dalam pedoman terbarunya, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan bahwa ibu yang terinfeksi dengan virus korona untuk sementara waktu dipisahkan dari bayi mereka untuk mencegah penyebaran penyakit.

Menurut pedoman terbaru CDC, sampai saat ini masih belum diketahui apakah bayi baru lahir yang terinfeksi covid-19 memiliki risiko untuk mengalami komplikasi parah dan bayi baru lahir yang kontak dengan pasien yang memiliki gangguan pernapasan menjadi masalah bagi bayi yang baru lahir. Covid-19 merupakan infeksi yang biasanya menyebar melalui droplets seperti dari batuk atau bersin dair pasien terinfeksi.

Untuk itu, dalam mengurangi risiko penularan covid-19 ke bayi yang baru lahir maka CDC menyarankan fasilitas kesehatan mempertimbangkan untuk sementara waktu memisahkan bayi yang baru lahir dengan ibunya jika sang ibu merupakan pasien positif covid-19 atau orang dalam pengawasan (ODP). Misalnya saja dengan menempatkan keduanya dalam ruangan terpisah sampai situasi aman. 

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) juga mendukung rekomendasi ini. ACOG mencatat bahwa meskipun penelitian lebih lanjut tetap diperlukan, wanita hamil diketahui memiliki risiko tinggi jika mengalami infeksi pernapasan lainnya selain covid-19, seperti influenza dan SARS-CoV. Dan wanita hamil bisa dianggap sebagai kelompok yang rentan jika terkena covid-19.

"Sulit untuk mengatakan secara persis seperti apa bentuk klinisnya bagi seorang wanita hamil," ujar Dr Amesh Adalja, seorang dokter penyakit menular dari Johns Hopkins University Center.

Kami tahu, lanjutnya, bahwa secara umum, seorang wanita hamil yang mengalami infeksi pernafasan berisiko lebih tinggi untuk memiliki kasus yang lebih parah. Untuk itu, perlu dilakukan langkah-langkah preventif dalam melindungi bayi yang baru lahir dan wanita hamil yang masuk dalam kategori rentan karena dampak covid-19 masih belum diketahui secara pasti.

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar