#covid-19#dayabeli

Pandemi Covid-19 Turunkan Daya Beli Masyarakat

( kata)
Pandemi Covid-19 Turunkan Daya Beli Masyarakat
Pengamat ekonomi Universitas Lampung Asrian Hendicaya. Dok.Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Aktivitas perekonomian di Indonesia, termasuk Lampung, terus menurun dalam sebulan terakhir akibat wabah pandemi covid-19. Tak satu pun sektor perekonomian luput dari penurunan ekonomi, misalnya hotel dan wisata, pertokoan, dan supermarket ikut tutup yang membuat ribuan pekerja dirumahkan sementara.

Efek pandemi korona ini juga membuat daya beli masyarakat ikut menurun, kelangkaan dan harga pangan jadi alasan. Pengamat ekonomi dari Universitas Lampung Asrian Hendicaya menanggapi akan fenomena ini.

"Memasuki di bulan kedua ini, semua diupayakan bisa mulai membaik. Apalagi, Ramadan segera masuk dan lebaran juga yang membuat kebutuhan masyarakat meningkat. Sementara pendapatan menurun," katanya, Minggu, 19 April 2020.

Menurut dia, dari kejadian tersebut yang bisa dilakukan adalah jaring pengaman sosial, yakni yang bersifat suatu bantuan untuk meringankan beban perekonomian khususnya untuk masyarakat di bawah garis kemiskinan.

"Jangan sampai mereka mengalami kesulitan pangan. Sebab, kehidupan mereka sebelum covid-19 pun sudah cukup sulit," ujarnya. 

Menurut dia, ekonomi belum bisa mendapat pemulihan selama wabah ini belum selesai, ditambah belum mengetahui pasti kapan wabah ini selesai. Namun, setidaknya saat ini masyarakat bisa memiliki pegangan untuk safety nett jika pemerintah turun andil dalam program sejahtera.  

"Wabah selesai pun ekonomi tidak bisa langsung pulih karena Kementerian Keuangan juga sudah memperkirakan ekonomi akan tumbuh 2,3% dari rencana 5,3% bahkan akan ada perkiraan terburuk bisa minus -0,4%," katanya.

Sektor informal, kata dia, para pelaku mikro atau UMKM akan tergerus modalnya selama tidak menjalankan usaha. Sehingga akan diprediksikan ketika suasana sudah aman mereka akan kesulitan untuk memulai usaha.

"Stimulus pemerintah bukan untuk usaha berjalan tetapi agar beban tidak menyebabkan menambahnya kesulitan, misal keringanan pajak, penjadwalan kredit, dan lain sebagainya. Sehingga nantinya jika wabah selesai yang akan kesulitan pasti pelaku UMKM," ujar dia.

Dia menambahkan mendekati Ramadan, harga semakin jatuh karena menurunnya daya beli. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah.

"Harga-harga jadi jatuh karena memang tidak ada daya beli dari konsumen. Ada juga salah satu contoh peternak ayam malah membagikan ayamnya ke masyarakat karena tidam mampu memberi pakan lagi. Pastinya merugi, tapi daripada lebih rugi mungkin itu cara cepatnya," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar