#covid-19viruskorona

Pandemi Covid-19 Tak akan Selesai 100 Persen

( kata)
Pandemi Covid-19 Tak akan Selesai 100 Persen
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Korona (covid-19) Achmad Yurianto.Dok.

Jakarta (Lampost.co) -- Pandemi covid-19 tidak akan hilang 100 persen karena virua yang berasal dari Wuhan, Tiongkok itu, sudah mewabah hampir di seluruh dunia. Apalagi tidak semua negara yang berhasil mennekan laju penularan telah benar-benar terbebas dari ancaman covid-19.

"Saya tidak akan pernah meyakini kita 100 persen selesai, kecuali kita pindah ke planet lain. Ini masalah planet, bukan masalah Indonesia. Jadi jangan menggunakan kata-kata 100 persen," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Korona (covid-19) Achmad Yurianto dalam diskusi Crosscheck by Medcom.id bertajuk Yuri Bicara Akhir Pandemi yang disiarkan melalui live streaming, Minggu, 3 Mei 2020.

Yuri mengatakan tidak semua negara yang berhasil menekan laju penularan telah benar-benar terbebas dari ancaman covid-19. Dia mencontohkan Tiongkok. Penularan covid-19 di Negeri Tirai Bambu sudah berkurang, namun penyebaran virus kemungkinan masih ada dari luar negeri atau imported case.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini mengajak masyarakat membangun optimisme dan meyakini bersama-sama mampu menekan pandemi covid-19 di Indonesia. Artinya, tak hanya pemerintah yang terus dituntut menyelesaikan penyebaran virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok tersebut.

Optimisme yang perlu dibangun dengan mematuhi pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), menerapkan physical distancing, memakai masker, dan mencuci tangan.

"Sekali lagi ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja dan harus kita bangun optimisme kepada masyarakat, bukan dalam artian kita akan memberikan harapan yang tidak jelas di masyarakat," ujarnya.

Hal ini sekaligus menjawab maksud pernyataan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengenai menurunnya kasus covid-19 di Indonesia pada Juni 2020. Sedangkan kehidupan kembali normal pada Juli 2020.

Bila masyarakat bersama-sama membangun optimisme, penurunan jumlah kasus covid-19 pada waktu tersebut bisa dicapai.

"Ya saya yakin itu yang diharapkan (Doni). Tetapi ayo masyarakat kita selesaikan bersama pada Juni, Juli kita selesaikan bersama," katanya.

Medcom



Berita Terkait



Komentar