#harikunjungperpustakaan#beritametro#humaniora

Pameran Hari Kunjung Perpustakaan di Metro Sepi Pengunjung

( kata)
Pameran Hari Kunjung Perpustakaan di Metro Sepi Pengunjung
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusarda) Kota Metro Syachri Ramadhan. Lampost.co/Suprayogi

METRO (Lampost.co) -- Meski sepi pengunjung, namun kegiatan Hari Kunjung Perpustakaan (HKP) tahun 2019 yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut digadang lebih berkualitas.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusarda) Kota Metro Syachri Ramadhan, mengatakan dalam kegiatan HKP ke 3 tahun 2019 tersebut, pihaknya tidak berafiliasi dengan sponsor, dan menggelontorkan anggaran sebesar Rp200 juta. "Kegiatan ini akan berjalan selama tiga hari, dan tahun ini tanpa sponsor. Kebijakan pemerintah sudah mulai mendukung gerakan ini. Kalo secara keseluruhan hampir Rp200 juta plus pajak dan lain sebagainya. Hanya bentuk program bazar buku saja yang memang di butuhkan masyarakat, dan kita berikan ruang ke beberapa penerbit," katanya, Selasa, 24 September 2019.

Diakuinya, pihaknya hanya menyediakan 35 lapak. HKP 2019 yang digelar tersebut merupakan ajang evaluasi bagi Dispusarda untuk menyajikan kegiatan yang berkualitas dan bukan hanya sebatas seremonial.

Untuk stan, kata Syahcri, tahun ini memang dibatasi, jadi 35 stand. Di tahun ke 3 ini sebagai ajang evaluasi baginya untuk mengetahui sejauh mana minat masyarakat terhadap gelaran tersebut. Sehingga ia lebih melihat dari sisi kualitas dari pada kuantitas. Kemudian pihaknya juga tidak memobilisasi massa, tujuannya untuk melihat seperti apa minat pelajar, komunitas literasi dan masyarakat. Karena ingin kegiatan itu bermanfaat, maka meskipun lebih sedikit pengunjung dan lapaknya, tapi lebih kreatif di banding tahun sebelumnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa di hari pertama gelaran HKP 2019 tersebut sosialisasi dari Dispusarda sebagai pusat pemberdayaan yang mengarah kepada perubahan prilaku individu guna peningkatan kesejahteraan belum maksimal. "Makanya coba kita gelar dengan inklusi sosial. Dan ini kita coba perlahan, karena visi kota kita kota pendidikan. Harapannya tidak sekedar rame-rame dan euforia, tapi lebih kepada isi dari sisi kwalitas," katanya.

Tak hanya itu ia juga menilai bahwa minat masyarakat Kota Metro dalam mendukung program tersebut masih kurang. Ia berharap kedepan ajang HKP wisata literasi yang diminati warga.

"Ternyata masih perlu mobilisasi, paling tidak itu masih dalam tahap sosialisasi. Harapannya, Metro sebagai kota pendidikan dan wisata keluarga ini menjadi salah satu event Pemkot Metro yang jadi alternatif wisata walaupun dalam konteks wisata literasi," tandasnya.

Suprayogi

Berita Terkait

Komentar